Landas Pacu Ketiga Bandara Soekarno-Hatta Dioperasikan 17 Agustus 2019

Pesawat Beechcraft B200GT Super King Air milik Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) hari ini, (Ahad, 21/7/2019), telah menguji kesiapan fisik runway (landas pacu) ketiga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang meninjau proyek tersebut mengatakan, suksesnya pesawat kalibrasi mendarat menandakan landas pacu ini sudah siap dioperasikan.

“Betapa gembiranya kita di Indonesia, Angkasa Pura II (AP II) bisa menyediakan fasiitas runway ketiga,” ujar Budi.

Budi mengatakan, secara fisik dan teknis landas pacu ketiga sepanjang 2.500 meter ini sudah bisa digunakan saat ini. Namun, dia tetap meminta agar Ditjen Perhubungan Udara, AP II, dan AirNav Indonesia bisa mematangkan koordinasi dan prosedur terlebih dahulu.

Jika seluruh persiapan sudah matang, Budi mengatakan landas pacu ketiga akan resmi mulai beroperasi pada Agustus 2019.

“Memperingati 17 Agustus (landas pacu ketiga resmi beroperasi). Sekarang sudah bisa, tapi perlu disiapkan semua. Ini menjadi kado untuk (memperingati proklamasi) kemerdekaan RI,” kata Budi.

Pada kesempatan yang sama, Presiden DIrektur AP II, Muhammad Awaluddin menyatakan bahwa proyek landas pacu ketiga ini sudah tuntas 100 persen.

Runway ketiga ini sudah bisa siap dioperasikan, di mana juga sudah dilakukan proving flight untuk landing test runway ketiga pada hari ini,” kata Awaluddin.

Awaluddin mengatakan, target AP II berikutnya adalah mengoperasikan landas pacu ketiga dengan dimensi 3.000 x 60 meter.

“Kami targetkan pada Oktober, runway ketiga siap beroperasi dengan dimensi 3.000 x 60 meter sehingga penerbangan di Soekarno-Hatta bisa lebih optimal dan maksimal,” imbuhnya.

Beroperasinya landas pacu ketiga di Bandara Soekarno-Hatta akan diharapkan akan membuat lalu lintas penerbangan semakin lancar dan mendatangkan lebih banyak penerbangan. Dengan demikian, ke depannya bandara ini dapat melayani pergerakan hingga 100 juta penumpang per tahun.