Kok Lion Parcel Kurangi Kiriman Paket Lewat Jalur Udara?

Read Time:1 Minute

Menyusul mahalnya tarif kargo udara, Lion Parcel mengurangi pengiriman paket barang lewat jalur udara. Perusahaan justru ingin menggenjot pengiriman barang lewat jalur darat. Salah satu upaya peralihan itu dilakukan perusahaan dengan menggandeng Kereta Api Logistik (KA Logistik).

“Darat ini baru mulai, begitu kami kaji ulang biaya dan kecepatannya, kami lihat mungkin bisa nyampe 40 persen untuk darat dan 60 persen udara,” terang Direktur Utama Lion, Parcel Farian usai acara penandatanganan kerja sama dengan KA Logistik di Kantor Pusat Lion Parcel, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jum’at (8/3/2019).

Disebutkannya, saat ini porsi angkutan kargo masih sekitar 90 lewat jalur udara dan 10 persen lewat darat.

Peralihan model bisnis ini dilakukan Lion Parcel karena beberapa faktor. Pertama, lantaran biaya kargo yang cenderung mahal sebagai imbas dari kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) hingga 50 persen. Kedua, jalur darat dinilai lebih efisien untuk pengiriman barang ke daerah tertentu dibandingkan pesawat.

Farian mencontohkan, semula pengiriman paket barang di Lion Parcel dari Jakarta menuju Kota Purwokerto, Jawa Tengah, harus singgah dulu ke Yogyakarta karena diangkut menggunakan pesawat Lion Air. Tapi dengan kerja sama ini, paket barang bisa langsung diangkut ke Kota Purwokerto menggunakan kereta api.

Menurut Farian, pengiriman barang lewat KA Logistik dapat berhemat hingga 400 persen. Dijelaskannya, pengiriman barang dari Jakarta ke Surabaya mencapai Rp8.000 per kilogram. Sedangkan lewat KA Logistik hanya Rp2.000 per kilogram.

Meski baru memulai kerja sama dengan KAI, Farian memproyeksikan potensi bisnis ke depan akan semakin menggeliat.

“Ada potensi naik dan itu akan terus kami tambahkan dengan melihat kondisi market. Kalau SMU naik lagi, pasti kami makin larikan ke kereta api,” kata dia.

Sebelumnya Lion Parcel telah lebih dulu mengandalkan menggunakan bus untuk pengiriman paket barang lewat jalur darat.

Ketika paket barang yang dikirim diangkut menggunakan pesawat Lion Air sampai di bandara tujuan, bus kargo yang jadi mitra Lion Parcel melanjutkan pengiriman ke rumah konsumen.

Dengan seluruh upaya ini, Lion Parcel menargetkan jumlah barang yang dikirim di tahun 2019 ini bisa naik 5 kali lipat menjadi 10 ribu ton setiap bulan, dibanding tahun lalu yang hanya 2 ribu ton.