Fri. Feb 28th, 2020

Kini Ada Angkutan Antarmoda ke YIA dan KSPN Borobudur

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi meresmikan angkutan antarmoda YIA-KSPN Borobudur di Sleman City Hall, Yogyakarta (30/1/2020). Sumber gambar: Ditjen Hubdat.

                                   

Menjelang operasional penuh Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), serta untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama instansi terkait memberikan dukungan angkutan antarmoda.

“Dengan adanya angkutan antarmoda ini diharapkan ada konektivitas antara YIA dengan KSPN Borobudur,” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, saat meresmikan angkutan tersebut di Sleman City Hall, Yogyakarta (30/1/2020).

Kata Budi, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar 9 milyar pada tahun ini untuk mensubsidi angkutan antarmoda ini. “Kita harapkan nanti tarif DAMRI sekitar Rp25.000 dari Kota Yogyakarta ke YIA,” lanjutnya.

Terdapat dua rute dukungan angkutan antarmoda untuk YIA, yakni:
Rute 1: Bandara YIA – Ambar Ketawang – Wirobrajan – Universitas Gajah Mada – Jl. Affandi – Hartono Mal. Ada 11 bus yang melayani dengan jarak tunggu 20 Menit.

Rute 2: Bandara YIA – Gamping – Ring Road Barat – Term. Jombor – Komplek Pemda Sleman – Sleman City Hall. Tersedia 10 Bus dengan jarak tunggu 20 Menit.

Sedangkan untuk dukungan angkutan antarmoda KSPN Borobudur, rute yang dilayani adalah:

Rute 1: Bandara YIA – Tebing Gunung Gajah – Goa Kiskendo – Plono – Samigaluh – Jl. Nanggulan Mendut – Candi Borobudur (via Bukit Menoreh). Terdapat 11 bus yang melayani dengan jarak tunggu 30 Menit.

Rute 2: Bandara YIA – Wates – Nanggulan – Dekso – Candi Borobudur. Ada 7 bus yang melayani dengan jarak tunggu 30 Menit.

Rute 3: Candi Borobudur – Term. Muntilan –  Term. Jombor – Grand Inna Malioboro. dilayani 6 bus dengan jarak tunggu 30 Menit.

“Rute-rute yang kita buat ini, akan berhenti di beberapa tempat. Sementara (ini) pakai tempat yang ada,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya bersama DAMRI maupun pemerintah daerah berupaya menyiapkan tempat atau shelter bus dan ruang tunggu bagi penumpang yang layak.

Budi menyebutkan, layanan angkutan antarmoda YIA ke depannya akan terintegrasi dengan kereta.