Sat. Nov 16th, 2019

Kerja Sama dengan Garuda Dinilai Merugikan, Sriwijaya Minta Diaudit BPKP

Armada pesawat Sriwijaya Air, Citilink Indonesia dan Garuda Indonesia di Hanggar 2 GMF AeroAsia. Sumber gambar: Ery.

Pihak Sriwijaya Air menilai kerja sama dengan Grup Garuda Indonesia (GA) selama ini merugikan kepentingan Sriwijaya karena terlalu banyak konflik kepentingan antara anak-anak perusahaan GA dengan Sriwijaya.

Menurut pengacara sekaligus salah seorang pemegang saham Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra, kinerja Sriwijaya tidak bertambah baik di bawah manajemen yang diambil alih oleh Grup GA melalui Citilink. Perusahaan malah dikelola tidak efisien dan terjadi pemborosan yang tidak perlu.

Kamis (7/11/2019) malam di kantor Garuda Yusril mengatakan pihaknya semula mau menyelesaikan draf perpanjangan perjanjian kerja sama dengan Grup GA. Namun karena deadlock dalam menyusun jajaran direktur, maka dalam rapat Jum’at (8/11/2019) pagi para pemegang saham memutuskan untuk mengambil langkah menghentikan kerja sama manajemen dengan Grup GA.

Nota pemberitahuan pengakhiran kerja sama itu dikirimkan ke Garuda, Citilink dan GMF hari Jum’at ini. Sriwijaya juga memberitahukan secara resmi Menteri Perhubungan bahwa manajemen Sriwijaya kini diambil alih dan dijalankan sendiri oleh Sriwijaya.

Sebagai langkah awal pengakhiran, para pemegang saham telah memutuskan mengangkat jajaran direktur Sriwijaya yang baru yang seluruhnya berasal dari internal Sriwijaya Air. Pihak Sriwijaya juga hari ini telah mengembalikan semua tenaga staf perbantuan dari Grup GA untuk tidak bekerja lagi di Sriwijaya.

Yusril mengatakan langkah selanjutnya adalah pihaknya akan mengundang Grup GA untuk duduk satu meja membahas pengakhiran kerja sama yang sudah berlangsung selama setahun itu. Pihaknya minta agar BPKP dan auditor independen melakukan audit terhadap Sriwijaya selama manajemen yang direksinya mayoritas berasal dari Grup GA untuk mengetahui kondisi perusahaan yang sesungguh selama dijalankan manajemannya oleh mereka.

Kepada masyarakat, Yusril memohon maaf atas kurang baiknya pelayanan Sriwijaya selama manajemennya ditangani oleh direksi yang mayoritas berasal dari Grup GA.

“Selanjutnya, Sriwijaya akan kembali bekerja secara profesional melayani pelanggan sebagaimana selama ini dilakukan oleh Sriwijaya,” tandasnya.

Baca ini juga ya!        

Leave a Reply