Thu. Dec 12th, 2019

Kereta Makin Eksis, Gapeka 2019 Segera Dijalankan

Kereta Api Indonesia

Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) tahun 2019 akan mulai diberlakukan pada 1 Desember 2019. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1781 Tahun 2019 tentang Penetapan Grafik Perjalanan KA Tahun 2019 PT KAI (Persero).

“Perubahan perjalanan kereta itu karena ada perubahan prasarana dan sarana, kecepatan kereta, juga kalau ada kebutuhan baru seperti permintaan dari penumpang,” kata Zulfikri, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Sampai saat ini, Direktorat Jenderal Perkeretaapian sudah membangun jalur kereta api (KA) baru, termasuk jalur ganda dan reaktivasi jalur sepanjang 853,49 km. “Masih ada pembangunan jalur sekitar 100 km sampai akhir tahun ini,” ucap Zulfikri.

Di samping itu, ada peningkatan rehabilitasi jalur KA 623,2 km. Stasiun juga bertambah dan sejak tahun 2015 sudah dibangun 75 stasiun, termasuk tahun 2019 sebanyak 25 stasiun.

Dengan dinamika perubahan itu, kata Zulfikri, Gapeka berubah dari tahun 2017 dan sebelumnya tahun 2015. Ada pertambahan kapasitas lintasan dan kecepatan operasional prasarana pada Gapeka 2019 dibandingkan Gapeka 2017. Jumlah KA penumpang bertambah dari 435 jadi 498, KA barang dari 284 jadi 316, KRL dari 945 jadi 1.057, dan KA bandara dari 138 jadi 216.

Di lintasan Jawa, peningkatan kecepatan prasarana mencapai 21%, sementara di Sumatera 15%. Contohnya, lintasan Batu Ceper-Bandara Soekarno Hatta dari 60 km/jam menjadi 90 km/jam karena double track dan Medan-Kalipati dari 70 km/jam jadi 80 km/jam. Keselamatan perjalanan dan pelayanan KA juga meningkat.

Deputi Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia (KAI), Heri Kisnawan menambahkan, pada Gapeka 2019 ada penambahan tiga KA baru. Ketiga KA itu adalah KA Anjasmoro dengan relasi Jombang-Pasar Senen, KA Dharmawangsa Express relasi Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen, dan KA Sancaka Utama relasi Surabaya Pasar Turi-Kutoarjo.

“Ada juga perubahan nama stasiun dari Barat menjadi Magetan dan Paron menjadi Ngawi. Juga Karangasem jadi Banyuwangi Kota dan Banyuwangi Baru jadi Ketapang. Supaya dicermati oleh penumpang di tiketnya soal perubahan nama ini,” ucap Heri.

Pada kesempatan itu, VP Operational PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Broer Rizal mengatakan, penambahan kereta rel listrik (KRL) dilakukan bertahap. “Per tiga bulan kita lakukan evaluasi untuk perjalanan KRL ini,” katanya.

Broer mengingatkan bahwa perjalanan KRL tak akan selacar seperti yang diharapkan. “Masih ada pembangunan di beberapa tempat, seperti di lintasan Tanah Abang-Rangkasbitung, ada yang belum bisa dilewati,” ucapnya.

Baca ini juga ya!