Thu. Dec 12th, 2019

Kemenhub: Maskapai Wajib Cek Kesehatan Pilot Sebelum Terbang

Batik Air terima kiriman pesawat A320 ke-42 dari Airbus. Sumber gambar: Batik Air.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengingatkan kembali kepada seluruh maskapai bahwa mereka wajib melakukan pengecekan kesehatan terhadap pilot, kru kabin dan teknisi sebelum terbang. Hal menyusul terjadinya pendaratan darurat pesawat Batik Air penerbangan ID 6548 rute Jakarta-Kupang, Ahad (17/11/2019) siang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti meminta seluruh operator penerbangan secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan para pegawai mereka sesuai dengan CASR 121.535 agar keselamatan penerbangan tetap terjaga.

“Sebelum terbang, operator penerbangan wajib melakukan pemeriksaan kesehatan pilot, crew cabin dan engineer yang bertugas. Ini sangat penting, agar keselamatan dan keamanan penumpang selama dalam penerbangan terjamin,” kata Polana di Jakarta.

Polana juga menyampaikan apresiasi kepada kepada kru pesawat yang sigap melakukan tindakan darurat dan juga seluruh pihak yang membantu sehingga pesawat tersebut dapat mendarat darurat dengan selamat.

Diberitakan sebelumnya bahwa pesawat Batik Air jenis Airbus A320–200ceo dengan registrasi PK–LUF yang membawa 7 kru dan 148 penumpang mendarat darurat di Bandar Udara El Tari, Kupang beberapa saat sebelum mendarat. Pilot terkena serangan jantung ketika pesawat akan mendarat.

Pesawat lepas landas pada pukul 09.12 WIB dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan mendarat di Banda Udara El Tari pukul 12.46 WITA.

Salah satu penumpang pesawat Batik Air, Libbi Sinlaeloe mengatakan, 30 menit sebelum mendarat, pesawat yang ditumpangi terasa goyang. Meski demikian, pesawat akhirnya berhasil mendarat di ujung landasan setelah kemudinya diambil alih kopilot.

Petugas KNKT bergerak cepat memeriksa kondisi pesawat dan melarikan pilot ke Rumah Sakit Siloam Kupang.

“Saat sampai ujung landasan, mesin pesawat langsung mati dan kopilot yang membawa pesawat ke apron. Sementara pilotnya dilarikan ke rumah sakit,” tutur dia.

Dampak kejadian itu, pesawat lain yang akan mendarat harus holding (berputar di udara) karena menunggu proses evakuasi pilot. “Pesawat lain berputar-putar di atas sambil tunggu pilot dievakuasi,” imbuhnya.

Baca ini juga ya!