Kemenhub Belum Terima Info Soal Penghentian Sejumlah Direksi Garuda

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan bahwa mereka baru menerima informasi resmi dari Garuda Indonesia terkait pemberhentian direktur utama (dirut) dan pengangkatan pelaksana tugas (plt) dirut maskapai tersebut.

Meski telah mendapat informasi dari komisaris utama maskapai pelat merah tersebut soal direksi lainnya yang juga akan diberhentikan karena terkait kasus penyelundupan motor Harley Davidson, namum ditekankan bahwa pemberitahuan secara resmi belum diterima oleh Kemenhub.

“Terkait case Garuda, bahwa sampai tadi (8/12/2019) malam kami sudah menerima surat pemberitahuan bahwa telah terjadi penggantian dirut, dengan melampirkan surat keputusan pemberhentian dan penunjukan plt (dirut),” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti di Jakarta, Senin (9/12/2019) siang.

“Sampai dengan saat ini Kementerian Perhubungan baru menerima surat dari Garuda bahwa ada pemberhentian dirut. Sedangkan BoD (jajaran direksi) yang lain, sampai saat ini secara formal kami belum menerima pemberitahuan. Kami belum mendapatkan informasi sampai saat ini, dan secara formal juga belum diberhentikan direksi-direksinya,” ungkapnya.

Memang, lanjutnya, kemarin oleh komisaris utama disampaikan bahwa ‘akan’ ada pemberhentian terhadap direksi, baik yang terkait secara langsung maupun tidak langsung. “Namun sampai siang ini belum ada pemberitahuan itu. Namun saya mendapat info, katanya hari ini akan ada pengumuman (soal penghentian sejumlah direksi). Siapa saja yang diganti kami belum tahu.”

“Namun intinya, sudah saya sampaikan kepada pemegang saham, kalau ada penggantian direktur, terutama yang key person (pejabat kunci) yang menangani safety, operasi dan maintenance (teknik) itu harus segera ditunjuk plt-nya.”

Soal pejabat kunci, Polana menekankan bahwa mereka harus memiliki kapasitas untuk menangani bidang keselamatan, operasi dan teknik.

“Tentunya key person (yang ditunjuk itu) mempunyai kemampuan untuk menangani safety, operasi maupun teknik. Kami saat ini masih memegang nama-nama direksi sesuai dengan surat ijin angkutan udara yang pernah diterbitkan,” kata dia.