Kemenhub Bakal Cabut Larangan Operasi Boeing 737MAX

Read Time:1 Minute

Setelah melalui proses investigasi dan perbaikan pada sistem pesawat Boeing 737-8 (737MAX), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan menerbitkan pencabutan larangan operasi seluruh pesawat tersebut.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan otoritas dan operator penerbangan dari berbagai dunia, khususnya ASEAN. Hingga saat ini, beberapa negara telah mengizinkan kembali pengoperasian pesawat 737MAX,” ujar Novie Riyanto, Dirjen Perhubungan Udara  dalam siaran pers, Selasa (28/12/2021).

Mengikuti perkembangan itu, kata Novie, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tengah melakukan persiapan untuk menerbitkan surat pencabutan larangan beroperasi bagi pesawat 737MAX. Pihaknya juga telah melakukan evaluasi teknis terhadap perubahan desain flight control dan evaluasi beban kerja pilot pesawat Boeing 737MAX di Simulator Boeing Flight Services di Singapura.

Kegiatan evaluasi itu dihadiri perwakilan Otoritas Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) di Singapura, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS), Boeing, juga dihadiri secara virtual oleh Ditjen Perhubungan Udara, FAA, dan Boeing Seattle.

“Selama proses evaluasi, dilaksanakan penyamaan persepsi, terutama untuk perubahan desain flight control. Dilakukan juga uji terbang menggunakan simulator Boeing 737MAX,” ucap Novie.

Koordinasi dengan operator penerbangan untuk menyiapkan pengoperasian kembali pesawat Boeing 737MAX, baik dari sisi aturan maupun teknis, sudah dilakukan. Beberapa hal juga perlu dipersiapkan, di antaranya penerbitan dan pelaksanaan perintah kelaikudaraan sesuai dengan ketentuan FAA. Dipersiapkan pula pelatihan dan pelaksanaan simulator untuk pilot, serta pedoman teknis 737 MAX berdasar acuan dari Boeing.

“Beberapa operator penerbangan menyatakan telah melaksanakan perintah kelaikudaraan untuk pesawat 737MAX sesuai dengan ketentuan FAA, serta akan mempersiapkan pelatihan dan simulator di fasilitas terdekat, yaitu di Singapura,” ujar Novie.

Ditjen Perhubungan Udara tidak mengadopsi prosedur pencabutan CB Stick Shaker, yang dapat menghilangkan gangguan kepada pilot. Juga berpotensi menambah beban kerja pilot serta dapat menurunkan keselamatan.

Akan diterbitkan Perintah Kelaikudaraan dan surat pencabutan larangan terbang pesawat Boeing 737MAX di ruang udara Indonesia. Akan dikeluarkan pula surat edaran bagi operator penerbangan yang mengoperasikannya untuk memenuhi semua aspek kelaikudaran, pengoperasian, dan keamanan pesawat Boeing 737MAX.

Dalam persiapan pencabutan larangan beroperasi pesawat Boeing 737MAX itu, FAA dan Boeing mendukungnya secara berkelanjutan.

“Kami minta, ketentuan yang telah ditetapkan bisa dipenuhi operator penerbangan dan  berkomitmen dalam pemenuhan ketentuan keselamatan, sebelum pesawat Boeing 737MAX kembali beroperasi di Indonesia,” ungkap Novie.

Foto: Ditjen Hubud