Fri. May 29th, 2020

Kembangkan Airdrone System Detector, Balitbanghub Kerja Sama dengan Unhan

                                   

Perkembangan drone atau pesawat tanpa awak yang kian marak membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak mengganggu keselamatan penerbangan. Maka perlu dikemb angkan pendeteksi sistem drone udara atau Airdrone System Detector (ASD).

Untuk itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub) dan Universitas Pertahanan (Unhan) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama terkait “Penelitian Pengembangan Purwarupa Airdrone System Detector”. Penandatanganan ini menindaklanjuti nota kesepakatan bersama antara keduanya terkait “Kerja Sama Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Pengembangan di Bidang Perhubungan”.

“Diadakannya joint research ini guna mengembangkan drone dari aspek riset, pabrikasi, dan aplikasi. Karena Penggunaan drone di Indonesia semakin marak, tentunya ini menjadi prioritas demi keselamatan transportasi udara,” kata Novyanto Widadi, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara Balitbanghub dalam siaran pers, Selasa (28/4/2020).

Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, potensi kedua pihak dapat ditingkatkan dan dimanfaatkan secara optimal dalam penelitian dan pengembangan ASD. Nantinya, integrasi purwarupa ASD menjadi technology demonstrator untuk uji konsep kebijakan drone di Indonesia. ASD merupakan prototipe teknologi untuk memperoleh data karakteristik drone berupa koordinat, kecepatan, dan arah.

Menurut Novyanto, penelitian drone sangat dibutuhkan, mengingat pemanfaatannya yang tinggi di berbagai sektor. Beberapa ruang lingkup pun disepakati, antara lain, mengkaji kebijakan drone di beberapa negara di dunia dan mengembangkan purwarupa ASD.

Pengembangan ASD meliputi ground control station, airborne system ( fixed and rotary wing ), dan sistem hardware transmitter , serta integrasi purwarupa ASD sebagai technology demonstrator. Beberapa pengujian juga akan dilakukan, di antaranya uji termal dan kelembapan, uji elektrikal, serta uji durasi dan siklus operasi di lingkungan operasional terpilih.

“Kerja sama ini sebagai perwujudan kolaborasi triple helix antara pemerintah dan perguruan tinggi. Diharapkan joint research ini berjalan lancar dan hasilnya akan lebih aplikatif, juga bermanfaat secara luas, khususnya untuk operator penerbangan,” ujar Novyanto.