Kasus 737 MAX Belum Selesai, Boeing Digugat Perkara Pidana

pesawat Boeing 737 MAX 8 registrasi PK-LQP

IndoAviation – Seorang hakim federal Texas telah memutuskan bahwa Boeing harus hadir di pengadilan pada 26 Januari 2023 untuk menerima dakwaan atas tuduhan pidana terkait kecelakaan dua pesawat  Boeing 737 Max yang merenggut nyawa 346 orang.

Awalnya, Departemen Kehakiman AS (DOJ) telah memberikan kekebalan hukum kepada Boeing dari tuntutan pidana sebagai bagian dari penyelesaian senilai USD 2,5 miliar yang dicapai pada Januari 2021.

Namun, rupanya kasus belum selesai. Pengacara keluarga korban berpendapat bahwa mereka seharusnya diizinkan untuk berpartisipasi dalam kasus ini sesuai ketentuan Undang-Undang Hak Korban Kejahatan. Hakim menyetujuinya, dan memutuskan untuk memenangkan gugatan para korban bulan Oktober lalu.

Kantor Hukum Clifford, yang mewakili para korban dalam gugatan perdata terpisah, menyebut dakwaan tersebut sebagai kejadian langka dalam sejarah hukum penerbangan Amerika Serikat.

“Para keluarga menghargai keputusan hakim bahwa Boeing akan diperlakukan seperti terdakwa lainnya dalam kasus pidana federal dan didakwa,” kata Paul Cassell, pengacara yang mewakili para korban dalam kasus pidana tersebut, dikutip AIN Online.

Lanjutnya, “Beberapa anggota keluarga berencana untuk melakukan perjalanan ke Texas minggu depan untuk meminta pertanggungjawaban pidana perusahaan atas kematian orang-orang yang mereka cintai.”

Berdasarkan ketentuan perjanjian dengan Departemen Kehakiman AS perihal penangguhan penuntutan pada Januari 2021, ditetapkan:

  • Boeing harus membayar denda pidana sebesar USD243,6 juta.
  • Boeing juga harus membayaran kompensasi kepada para pelanggan maskapai penerbangan 737 Max sebesar USD1,77 miliar.
  • Boeing juga setuju untuk membentuk dana penerima manfaat korban kecelakaan sebesar USD500 juta untuk memberikan kompensasi kepada ahli waris, kerabat, dan penerima manfaat hukum dari 346 penumpang yang meninggal dalam kecelakaan Lion Air penerbangan 610 dan Ethiopian Airlines penerbangan 302.

Dua kecelakaan yang melibatkan Boeing 737 MAX terjadi pada tahun 2018 dan 2019 di Indonesia dan Ethiopia. Pasca kecelakaan ini, 737 MAX terkena larangan terbang selama 20 bulan.