Wed. Jan 22nd, 2020

Kapal Patroli Kalimasada Lakukan Pengawasan di Perairan Natuna

                                   

Kapal Patroli KN Kalimasada-P.115 milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dikirim ke perairan Natuna, Kepulauan Riau. Kapal yang turut berpartisipasi dalam operasi di perairan tersebut berlayar dari Dermaga Pangkalan PLP Tanjung Uban menuju Selat Lampa, Natuna, pada 10 Januari 2020 pukul 16.30 WIB.

Direktur KPLP, Ahmad mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah mengirimkan kapal patroli KN Sarotama-P.112 milik Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban ke perairan Natuna. Kapal yang tiba di sana sejak 5 Januari 2020 itu hadir untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan KRI Usman Harun 359.

“Seluruh stakeholder maritim di Indonesia bekerja berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Demikian pula dengan KPLP, yang sama halnya dengan Polair, TNI Angkatan Laut, BMKG, Bakamla, ataupun KKP. Semua jelas melaksanakan tugas dan fungsinya berdasarkan undang-undang,” ujar Ahmad, yang menyampaikan hal tersebut pada pertemuan dengan Forum Wartawan Perhubungan di Jakarta, Jumat (10/1/2020) siang.

Ahmad menjelaskan, “Dalam melaksanakan tugas, kami di tingkat pusat dan stakeholder lain tetap bersinergi. Seperti di Natuna, kami diundang oleh TNI Angkatan Laut mengadakan rapat koordinasi bersama. Pada kesempatan lain kami juga melakukan patroli dan rapat bersama.”

Diungkapkannya bahwa KPLP memiliki lima Pangkalan PLP yang berada di Tanjung Uban, Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Semarang, Bitung Manado, dan Tual Ambon. “Di lima Pangkalan PLP itu ada 39 kapal yang berpatroli khusus untuk menegakkan hukum di laut, baik untuk kapal berbendera Indonesia maupun kapal asing yang beroperasi atau masuk ke Indonesia,” ucap Ahmad.

Dijelaskan pula kalau ada pemisahan tugas dan wewenang antara syahbandar dengan lima Pangkalan PLP. Syahbandar dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) terkait keselamatan pelayaran juga memiliki kapal patroli KPLP, yang jumlahnya 373 unit. Kapal patroli ini beroperasi di daerah lingkungan kerja (DLKr) dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan (DLKp). Sementara di luar DLKr dan DLKp, patrolinya merupakan kewenangan dari lima Pangkalan PLP.

Saat ini KPLP memiliki 9.000 personel di seluruh Indonesia. “Kami sering mengadakan pelatihan untuk personel KPLP, baik di Jakarta, di daerah masing-masing, maupun kita kirim ke luar negeri. Kita bekerja sama dengan berbagai negara mengadakan pelatihan-pelatihan bersama,” tambahnya.

KPLP, kata Ahmad, juga melaksanakan hubungan kerja sama dengan Sea and Coast Guard berbagai negara. Dengan UK Coast Guard dan US Coast Guard misalnya, bersama-sama dengan KPLP melakukan pemantauan di pelabuhan dan patroli. “Juga dengan Australia, kita melakukan operasi pelatihan bersama, serta penanggulangan musibah dan pencemaran lingkungan. Kegiatan yang baru saja dilakukan adalah di Davao, Filipina; dihadiri juga oleh Jepang dan 11 negara pemantau,” ujarnya.