Fri. May 29th, 2020

Kantongi Izin AS Beli Heli Serang, Filipina Pilih Apache atau Viper?

Helikopter serang Boeing AH-64E Apache Guardian. Sumber gambar: Boeing.

                                   

Filipina telah mengantongi izin dari Amerika Serikat (AS) untuk membeli helikopter serang. Ada dua opsi jenis heli yang akan dibeli, Boeing AH-64E Apache Guardian atau Bell AH-1Z Viper. Hal ini diumumkan Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) pada 30 April 2020.

Penawaran yang diusulkan mencakup enam helikopter beserta peralatan pendukung, senjata, suku cadang, pelatihan, dukungan, dan layanan lainnya. Paket tersebut dibandrol sekitar USD1,5 miliar untuk Apache dan USD450 juta untuk Viper.

“Filipina sedang mempertimbangkan AH-64E atau AH-1Z untuk memodernisasi kemampuan helikopter serangnya. Penjualan yang diusulkan akan membantu Filipina dalam mengembangkan dan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat, anti-terorisme, dan infrastruktur kritis. Filipina tidak akan mengalami kesulitan untuk menyerap peralatan ini dan mendukung pasukannya,” kata DSCA, seperti dikutip janes.com, Kamis (30/4/2020).

Sayangnya, DSCA tidak memberikan jadwal waktu lebih rinci terkait pengadaan yang direncanakan tersebut.

Baca Juga:

Bakal Pensiunkan Tornado, Jerman Mau Beli 93 Typhoon dan 45 F/A-18

Meski Covid-19, Leonardo Yakin akan Sertifikasi Falco Xplorer

Meskipun persetujuan Apache mencakup lebih banyak peralatan, tidak jelas mengapa harus ada perbedaan harga lebih dari USD1 miliar antara kedua penawaran. Saat tulisan ini diturunkan, Boeing belum mengembalikan dokumen tender (request for information/ RfP).

Angkatan Udara Filipina (PAF) saat ini hanya diperkuat delapan helikopter AgustaWestland A109E Power untuk peran serangan ringan. Heli tersebut mereka terima pada tahun 2015. Selain itu terdapat 12 heli MD 500MG yang usianya jauh lebih tua.

PAF pada bulan November 2019 menerima dua helikopter Bell AH-1 Cobra dari Yordania. Pemberian ini akan memberikan dedikasi pengalaman bagi PAF dan personelnya dalam mengoperasionalkan helikopter serang sebelum kedatangan platform yang lebih anyar.