Sat. Nov 16th, 2019

KA Bandara Adisumarmo Beroperasi Akhir 2019, Tarifnya Cuma Rp10ribu

Proyek KA Bandara Adisumarmo di Solo.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Kereta (KA) Bandara Adisumarmo di Solo ditargetkan sudah mulai beroperasi sebelum tahun baru 2020.

“Saya tadi sudah melakukan pengecekan terhadap konstruksi-konstruksi yang ada dan relatif sudah tidak ada masalah lagi. Kita akan selesaikan ini di pertengahan Desember dan dioperasikan pada saat sebelum tahun baru. Kira-kira operasi tanggal 28 Desember,” kata Budi usai meninjau langsung progres proyek tersebut, Ahad (3/10/2019).

Disebutkan Budi, saat ini progres proyek tersebut sudah mencapai 94%. Namun dia tidak membeberkan dengan rinci apa saja tahap pekerjaan yang telah terselesaikan.

“Tinggal sedikit saja ada bagian tertentu yang belum terkoneksi, yaitu terkait adanya perlintasan jalan tol, sehingga kita harus membuat jalan tambahan. Ada pula hambatan yang berkaitan dengan warga dan ada yang berkaitan dengan teknis,” ujarnya.

Terkait tarif KA Bandara Adisumarmo, Budi bilang tidak akan mematok tarif yang menyusahkan masyarakat.

“Tarif kita lagi akan pelajari. Sementara ini Rp10ribu sampai Rp15ribu. Tapi nanti kita lihat seperti apa yang kita lakukan. Tentunya kita tidak akan memberikan layanan atau tarif yang menyusahkan masyarakat,” ungkap Budi.

Lebih lanjut Menhub menyampaikan, kehadiran KA bandara di Solo merupakan perwujudan cita-cita pemerintah yang mendambakan adanya konektivitas antarmoda angkutan massal.

“Jadi Saudara kita dari Klaten, Madiun, Sragen, dari arah utara itu bisa semakin mudah menggunakan antar moda, menggunakan kereta api atau mereka yang menggunakan bus dari Wonogiri dan daerah lainnya, bisa berhenti di Terminal Tirtonadi dan langsung naik kereta api,” tambahnya.

KA Bandara Adisumarmo memiliki jalur sepanjang 12,997 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit. Dalam sehari akan terdapat sekitar 60 perjalanan kereta yang melayani dari Stasiun Solo Balapan menuju Stasiun Bandara Adisumarmo maupun sebaliknya, yang dilayani dengan dua set kereta api (trainset).

Adapun headway atau jarak antar kereta sekitar 37 menit. Budi berharap ke depannya headway dapat dipersingkat menjadi 24 menit. Hal ini dilakukan untuk lebih menarik minat masyarakat beralih ke kereta api untuk menuju bandara.

Baca ini juga ya!