Tue. Jan 21st, 2020

Jumlah Penumpang Grup SIA Meroket 7,9 Persen di Akhir 2019

Produk Kursi Kelas Bisnis Thompson Aero Seating dalam armada Singapore Airlines. Sumber gambar: Singapore Airlines.

                                   

Jumlah penumpang (per kilometer) yang diangkut Grup SIA pada bulan Desember 2019 meningkat sebesar 7,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka tersebut melampaui pertumbuhan kapasitas (jumlah kursi yang tersedia per kilometer), yakni meningkat sebesar 4,8%. Tingkat keterisian penumpang (PLF) juga mengalami peningkatan sebesar 2,6 poin persentase menjadi 87,6%.

Dalam siaran pers yang IndoAviation terima (16/1/2020), diuraikan bahwa meski secara kumulatif grup maskapai asal Singapura itu mengalami pertumbukan, namun secara parsial terjadi penurunan pada salah satu anak maskapainya.

Tingkat keterisian penumpang Singapore Airlines meningkat sebesar 2,0 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar 87,5%. Peningkatan itu menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Jumlah penumpang yang diangkut meningkat sebesar 8,7% dibandingkan tahun lalu, berbanding dengan peningkatan kapasitas sebesar 6,1%. Tingkat keterisian penumpang meningkat pada seluruh rute, kecuali wilayah Pasifik Barat Daya. Hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan penumpang selama puncak akhir tahun untuk sebagian besar rute.

Sementara penumpang yang diangkut SilkAir menurun sebesar 7,6% seiring dengan penurunan kapasitas sebesar 13,2%. Hal ini menyebabkan pertumbuhan sebesar 5,1 poin persentase pada tingkat keterisian penumpang menjadi 84,3%. Penurunan kapasitas ini disebabkan sebelas rute SilkAir dialihkan Scoot. Sementara itu, pertumbuhan kapasitas yang kuat pada rute-rute di wilayah Australia diimbangi oleh pertumbuhan lalu lintas udara.

Sedangkan keterisian penumpang Scoot meningkat sebesar 3,2 poin, persentase menjadi 88,7%. Jumlah penumpang yang diangkut juga tumbuh sebesar 10,1%. Hal ini berbanding dengan peningkatan kapasitas sebesar 6,1%.

Peningkatan kinerja Scoot di wilayah Asia Tenggara serta berbagai kegiatan promosi di wilayah Asia Utara telah meningkatkan tingkat keterisian penumpang di wilayah Asia Timur. Wilayah Asia Barat mencatat adanya peningkatan permintaan, sementara wilayah-wilayah lainnya diuntungkan dengan adanya lalu lintas penghubung yang lebih kuat.

Selama Desember 2019, Scoot meluncurkan layanan penerbangan baru dari Singapura menuju Kota Kinabalu, yang sebelumnya dilayani oleh SilkAir.

Dari sektor kargo, tingkat keterisiannya (CLF) menurun sebesar 4,2 poin persentase. Hal ini disebabkan oleh penurunan lalu lintas kargo (tonase per kilometer) sebesar 9,9%, melebihi pertumbuhan kapasitas sebesar 3,6%. Tingkat keterisian kargo di seluruh wilayah rute mengalami penurunan.