Fri. Aug 7th, 2020

Jumlah Penumpang Grup SIA Meningkat 8,3 Persen

Sumber gambar: Singapore Airlines.

                                   

Sepanjang November 2019, jumlah penumpang yang diangkut oleh Grup Singapore Airlines (SIA) meningkat sebesar 8,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka tersebut diukur dalam pendapatan penumpang per kilometer.

Dalam siaran pers perusahaan (20/12/2019), disebutkan bahwa capaian peningkatan tersebut melampaui pertumbuhan kapasitas (jumlah kursi yang tersedia per kilometer) sebesar 4,4%. Tingkat keterisian penumpang (PLF) juga mengalami peningkatan sebesar 3,1 poin persentase menjadi 84,9%.

Secara parsial, PLF Singapore Airlines mengalami peningkatan sebesar 2,8 poin persentase dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi 84,7%. Jumlah penumpang yang diangkut meningkat sebesar 10,2% dibandingkan dengan tahun lalu, berbanding dengan peningkatan kapasitas sebesar 6,6%. PLF meningkat pada seluruh rute selama periode musim puncak akhir tahun.

Sementara jumlah penumpang yang diangkut SilkAir mengalami penurunan sebesar 4,5% seiring dengan penurunan kapasitas sebesar 8,7%. Hal ini menyebabkan pertumbuhan sebesar 3,6 poin persentase pada PLF menjadi 80,5%. Kapasitas menurun dikarenakan sepuluh rute SilkAir telah dialihkan kepada Scoot.

Sedangkan PLF Scoot mengalami peningkatan sebesar 3,5 poin persentase menjadi 86,7%. Angka tersebut meningkat seiring pertumbuhan jumlah penumpang yang diangkut sebesar 5,5%. Hal ini berbanding dengan peningkatan kapasitas sebesar 1,1%.

Peningkatan kinerja Scoot di wilayah Asia Tenggara serta rasionalisasi kapasitas pada rute-rute di China yang mengalami pelemahan, menyebabkan PLF lebih tinggi pada wilayah Asia Timur. Asia Barat mencatat adanya peningkatan permintaan, sementara wilayah lainnya diuntungkan dengan adanya lalu lintas penghubung yang lebih kuat.

Dari sektor kargo, tingkat keterisian kargo (CLF) mengalami penurunan sebesar 3,9 poin persentase. Hal ini disebabkan oleh penurunan lalu lintas kargo (diukur dalam ton beban kargo per kilometer) sebesar 7,2%, melebihi pertumbuhan kapasitas sebesar 1,5%. CLF di seluruh wilayah rute mengalami penurunan kecuali Amerika.