Jual Data ke Cina, Seorang Insinyur di General Electric Dipenjara

IndoAviation – Seorang warga New York dijatuhi hukuman dua tahun penjara di Amerika Serikat setelah dinyatakan bersalah karena mencuri rahasia dan jual data perusahaan yang terkait dengan teknologi turbin berbasis di darat dan penerbangan dari GE Power, anak perusahaan General Electric (GE).

Menurut pernyataan yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS, tanggal 3 Januari 2023, warga New York itu seorang insinyur bernama Xiaoqing Zheng. Ia merupakan tenaga ahli dalam teknologi. turbin. Xiaoqing Zhen dihukum karena melakukan konspirasi untuk mencuri data perusahaan saat ia bekerja di GE Power antara tahun 2008 hingga 2018.

“Bukti persidangan menunjukkan bahwa (terdakwa, red.) dan orang lain di Cina telah berkonspirasi untuk mencuri rahasia dagang GE seputar teknologi turbin berbasis di darat dan penerbangan. Terdakwa  mengetahui atau bermaksud untuk menguntungkan Cina dan satu atau lebih instrumen asing, termasuk perusahaan dan universitas yang berbasis di Cina yang meneliti, mengembangkan, dan memproduksi suku cadang untuk turbin,” ungkap dokumen pengadilan AS.

Menurut Asisten Jaksa Agung Matthew G. Olsen, Zheng mengeksploitasi posisi kepercayaannya dan bersekongkol dengan pemerintah Tiongkok untuk mencuri teknologi Amerika yang inovatif.

“Ini adalah kasus spionase ekonomi. Zheng mengeksploitasi posisinya sebagai orang kepercayaan, mengkhianati perusahaan dan bersekongkol dengan pemerintah Cina untuk mencuri teknologi Amerika yang inovatif,” kata Matthew G. Olsen dari Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman.

Jaksa lainnya, Carla B. Freedman dari Distrik New York Utara, mengatakan Zheng berusaha memperkaya dirinya sendiri, dan menguntungkan Republik Rakyat Cina, dengan mencuri rahasia dagang yang dikembangkan dan dimiliki oleh perusahaan lamanya, General Electric.

“Kami akan terus bekerja sama dengan FBI untuk meminta pertanggungjawaban penjahat ketika mereka berusaha mengeksploitasi Amerika secara ilegal,” ujar Carla B. Freedman.

Dokumen pengadilan yang dipublikasikan menyebut, Xiaoqing Zheng adalah anggota Program Seribu Talenta.

Selain menjatuhkan hukuman penjara dua tahun, Pengadilan AS juga mendenda Zheng sebesar $7.500.