Jetstar Asia Akan Gantikan Garuda Indonesia Terbangi Rute Belitung-Singapura?

Read Time:1 Minute

Jetstar Asia disebut akan menggantikan Garuda Indonesia menerbangi rute Belitung-Singapura. Padahal rute internasional tersebut baru sekitar enam bulan dibuka.

Dalam FGD yang diselenggarkan Federasi Pilot Indonesia (FPI) hari ini (Kamis, 28/3/2019), Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur, Judi Rifajantoro menyebutkan bahwa maskapai pelat merah itu akan menyudahi penerbangan yang baru dibuka pada 29 Oktober 2018. Hal ini sesuai dengan persyaratan yang diberikan Kementerian Perhubungan.

“Dibuka sejak Oktober 2018 kemarin penerbangan Garuda Indonesia rute Belitung-Singpura, April 2019 mau ditutup (rutenya). Tapi memang tidak mudah untuk membangun baru internasional,” akunya.

Dia mengungkapkan, bahwa Kemenpar mengapresiasi dukungan masif yang diberikan Kemenhub untuk membuka penerbangan internasional itu. Namun ia mengakui bahwa ada persyaratan yang membuatnya cemas.

“Tapi memang ada persyaratan yang kita agak cemas. Persyaratannya adalah, Kalau sampai enam bulan (penerbangan rute baru) tidak tumbuh, ditutup lagi (rutenya),” ungkapnya.

Dijelaskannya, penutupan rute ini bukan karena dari sisi pasarnya.

“Permintaannya ada, tapi harganya (tiket pesawat) tidak bisa rendah. Kalau penerbangan baru kan harus ditekan dulu, harga perkenalan dulu. Karena destinasi baru, harus ada harga perkenalan,” bebernya.

Dia menilai, biaya yang dikeluarkan Garuda Indonesia cukup tinggi, dan tidak memungkinkan untuk menekan harga tiket agar lebih rendah dalam situasi seperti saat ini.

“Dalam kondisi saat ini kita enggak mungkin memberikan harga rendah. Jadi terpaksa kita akan mencari airlines lain, mungkin Jetstar Asia,” tutupnya.

Penerbangan rute internasional Belitung-Singapura dilayani Garuda Indonesia dengan armada pesawat Bombardier CRJ-1000, berkapasitas 96 kursi. Pesawat diterbangkan melalui Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin menuju Bandara Internasional Changi (dan sebaliknya) dengan frekuensi 4x setiap minggunya.