Jerman Siap Kirim Tank Leopard 2 ke Ukraina

IndoAviation – Jerman diperkirakan akan mengumumkan  keputusan untuk mendukung Ukraina dengan tank Leopard 2, karena Washington sedang mempertimbangkan langkah yang sama dengan tank Abrams, menurut laporan-laporan media di Jerman.

Keputusan pemerintah Kanselir Olaf Scholz, yang pertama kali dilaporkan oleh Der Spiegel sore ini, yang juga telah dikonfirmasi oleh media-media lain, sepertinya akan mengakhiri keraguan selama berminggu-minggu.

Kritik keras sempat dilontarkan kepada Jerman yang seakan menganggap Jerman tidak peduli terhadap Ukraina. Walau Jerman sebetulnya telah banyak berkontribusi kepada negara yang sedang dilanda perang itu.

Siang ini, Jerman mungkin akan mengumumkan pengiriman  14 tank Leopard 2 kepada Ukraina. Jumlah ini dinilai cukup untuk melengkapi sebuah kompi tank di sana, menurut laporan yang dipublikasikan Defense News.

Bersamaan dengan keputusan untuk mengirim tank, para pejabat Jerman juga diperkirakan akan menyetujui masalah permintaan ekspor dari sekutu pengguna Leopard 2 untuk mengirimkan tank buatan Jerman itu ke Ukraina.

Polandia mengatakan bahwa mereka telah mengajukan permintaan tersebut kepada Jerman pada Selasa kemarin. Bahkan, Polandia selama berminggu-minggu mengatakan akan terus maju membantu Ukraina tanpa menghiraukan keputusan Jerman.

Peraturan ekspor senjata dari Jerman dan negara-negara Barat produsen senjata menyatakan bahwa negara produsen harus menyetujui terlebih dahulu kemana senjata-senjata buatan mereka akan dikirimkan.

Sementara itu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan kepada media Frankfurter Allgemeine Zeitung, bahwa pemerintahnya sedang mempertimbangkan untuk memberikan 18 tank Leopard 2 yang disewa dari Jerman kepada Ukraina.

“Kami menyewanya, yang berarti kami bisa membelinya dan menyumbangkannya,” katanya kepada surat kabar itu.

Sebelumnya, pemerintah Inggris mengumumkan akan mengirim 12 tank berat Challenger 2 ke Ukraina.

Pengumuman Jerman mengenai tank-tank tersebut dapat membuka jalan bagi negara-negara lain di Eropa untuk mengikutinya, karena para pejabat di sana mengkhawatirkan serangan Rusia pada musim semi dan beberapa bulan mendatang akan semakin gencar.

Para pemimpin Ukraina telah mengatakan bahwa mereka ingin menggunakan senjata yang disumbangkan untuk mengusir pasukan Rusia dari seluruh Ukraina.

Dilaporkan, di lingkar negara-negara sekutu pendukung Ukraina sendiri, perdebatan sengit masih saja sering terjadi. Mereka memperdebatkan antara lain apakah bantuan-bantuan militer untuk Ukraina itu masuk akal secara militer, atau justru akan menggerus persatuan anggota negara sekutu.