Sat. Jul 11th, 2020

Jajaki KSP Terminal Sukabumi Jadi Proyek KPBU

                                   

Terminal Ahmad Sanusi di Sukabumi, Jawa Barat, sedang dalam penilaian Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara (BMN) oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi bersama Direktur Prasarana Transportasi Jalan M. Risal Wasal dan perwakilan dari Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Barat hadir pada penilaian yang berlangsung pada 22 Juni 2020 itu.

“Saya memandang penting proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang pertama kali di Sukabumi ini. Pemerintah saat ini tengah mendorong beberapa skema dengan proyek kerja sama seperti ini,” ujar Budi dalam siaran pers, Senin (22/6/2020).

Menurut Budi, melalui KPBU diharapkan pihak swasta masuk dan pemerintah memperoleh pembiayaan sekaligus keuntungan. “Saya tegaskan bahwa kerja sama ini tidak semata untuk Kementerian Perhubungan, tapi untuk pemerintah secara keseluruhan,” ucapnya.

Budi menilai bahwa dalam proses penilaian itu, peran dari Kementerian Keuangan sangat besar. Apalagi jika berkaca dari proyek kerja sama sebelumnya pada Terminal Tirtonadi di Solo, Jawa Tengah.

“Belajar dari pengalaman yang di Solo, ternyata angkanya tidak sesuai dengan kemampuan calon investornya. Sebelumnya kita telah melalui proses dua kali lelang. Penawarannya ada, tapi gagal. Semoga hal tersebut tidak terjadi di Sukabumi dan kerja sama ini dapat terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Terminal Ahmad Sanusi dibangun dengan konsep city hub, yang dapat menambah nilai dan fungsi terminal bagi masyarakat. Sukabumi saat ini memang membangun Sukabumi City Hub, yakni fasilitas modern dengan hadirnya mall dan hotel yang terintegrasi terminal angkutan darat.

“Kalau KPBU ini gol, ini pertama kali revolusi terhadap pembangunan fisik terminal yang tidak mengandalkan APBN,” ujar Budi.

Terminal di Sukabumi dipilih dengan beberapa pertimbangan. Kota Sukabumi dipandang sebagai pusat pertumbuhan di bagian selatan tengah wilayah Jawa Barat. Memiliki sektor pariwisata sebagai sektor andalan perekonomian, sehingga perlu dukungan sarana dan prasarana penunjangnya. Terminal Ahmad Sanusi juga merupakan terminal Tipe A, yang melayani perjalanan hingga lintas Pulau Sumatera.

“Kalau kita lihat di Eropa atau negara tetangga Malaysia dan Singapura, konsep terminalnya mixed use dengan hub khusus,” jelasnya.

Dipahaminya bahwa terminal berbeda dengan proyek infrastruktur lain. Pelayanannnya adalah untuk masyarakat ekonomi ke bawah. “Kita bangun atmosfer terminal yang betul-betul baik, nyaman, dan membanggakan masyarakat Sukabumi. Setelah di Sukabumi, dengan skema serupa akan dilaksanakan di Pekalongan dan Serang,” ungkap Budi.

Maka diharapkan Kementerian Keuangan dapat mendukung sepenuhnya proyek KPBU itu. Budi pun mengatakan, “Saya pahami, Kementerian Keuangan punya penghitungan sendiri. Kami juga siap untuk diajak berdiskusi.”