Sat. Dec 14th, 2019

Jadi Pengguna CN-235-220 Selama 20 Tahun, Malaysia Dapat Transfer Teknologi dari PTDI

Armada pesawat CN-235-220 Angkatan Udara Malaysia (RMAF). Sumber gambar: PTDI.

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memberikan Certificate of Completion dan Certificate of Competent kepada Angkatan Udara Malaysia (Royal Malaysian Air Force/ RMAF) di hari kedua pelaksanaan Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) Exhibition 2019, Rabu (27/3/2019).

Penyerahan kedua sertifikat tersebut merupakan bagian dari Rewiring Program untuk pesawat CN235-220 buatan PTDI yang diakuisisi RMAF tahun 1998 dan 1999 silam. Dalam program tersebut PTDI melakukan kerja sama Transfer of Technology (ToT) kepada pelanggan setianya ini.

Pesawat CN235-220 yang saat ini digunakan oleh RMAF telah memasuki usia 20 tahun. Untuk dapat memperpanjang usia pesawat tersebut hingga 15 tahun, Sub Direktorat Services PTDI melakukan Service Life Extention Program (SLEP).

Kegiatan SLEP meliputi: Structure Inspection, Rewiring/Harnesses, dan Replacement of Obsolescence Equipment.

SLEP untuk RMAF ditargetkan akan berlangsung selama dua tahun. Secara bertahap sebanyak tiga unit pesawat dilakukan pada tahun 2019, sementara empat unit lainnya dilakukan pada tahun 2020.

Selain untuk RMAF, saat ini PTDI juga sedang melakukan aktivitas SLEP untuk costumer di United Arab Emirates dan ditargetkan ke depannya untuk Brunei Darussalam, Korea Selatan dan Thailand.

PTDI juga memberikan Certificate of Competent kepada 17 engineers dari RMAF yang telah berpartisipasi dalam Rewiring Program.

“Melalui program ini, PTDI diharapkan dapat terus menjaga kapabilitas, mempertahankan kompetensi dan kelaikan pesawat tersebut secara berkelanjutan. Pada Rewiring Program kita bisa mengirim engineer kita ke negara costumer, sehingga pengerjaannya dapat diselesaikan di sana,” jelas Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro.

Baca ini juga ya!