Israel dan Amerika Kirim Pesan ke Iran Lewat Latihan Perang

IndoAviation – Militer Amerika Serikat dan Israel memulai latihan perang gabungan terbesar mereka pada hari Senin, 23 Januari 2023. Latihan ini bertujuan untuk mengasah koordinasi antara pasukan mereka dan membuktikan kepada Iran tentang kesiapan keduanya untuk memerangi konflik di Timur Tengah. Bahkan ketika Amerika Serikat tengah bersitegang dengan Rusia dan Cina.

“Saya pikir skala latihan ini relevan dengan berbagai macam skenario, dan Iran mungkin menarik kesimpulan tertentu dari itu,” kata seorang pejabat senior pertahanan AS kepada wartawan.

“Tidak akan mengejutkan saya jika Iran, Anda tahu, melihat skala dan sifat kegiatan ini dan memahami apa yang mampu kami lakukan,” lanjutnya.

Dijuluki Juniper Oak, latihan ini akan melibatkan lebih dari 140 pesawat terbang, termasuk pesawat pengebom berkemampuan nuklir, pesawat tempur F-35, serta 12 kapal perang, dan sekitar 7.500 tentara, demikian menurut Komando Pusat AS (US Central Command – CENTCOM). Latihan ini dirancang untuk meningkatkan “interoperabilitas” kedua pasukan.

“Menurut kami, latihan ini menunjukkan bahwa kita bisa berjalan dan mengunyah permen karet pada saat yang bersamaan,” kata pejabat pertahanan yang tidak disebutkan namanya itu kepada NBC News.

Meskipun Pentagon semakin fokus pada Tiongkok dan upayanya untuk membantu Ukraina mengalahkan pasukan Rusia, pejabat pertahanan itu menambahkan, “Kami masih memiliki kapasitas berlebih untuk dapat menyesuaikan diri dengan area tanggung jawab prioritas tinggi lainnya dan melakukan latihan dalam skala ini.”

Juniper Oak adalah latihan semua matra, yang berarti latihan ini akan mencakup latihan angkatan laut, darat, udara, ruang angkasa, dan peperangan elektronik.

Latihan ini akan berlangsung dari Senin hingga Jumat di Israel dan Laut Mediterania bagian timur.

Amerika Serikat dilaporkan juga akan menggunakan empat peluncur roket HIMARS, bom berpemandu laser, dan rudal jelajah siluman.

Latihan ini akan diakhiri dengan penembakan 90 ton amunisi perang sambil mensimulasikan serangan elektronik untuk menekan pertahanan udara musuh.