Irfan Setiaputra, Berhenti Jadi Dirut PT INTI Gegara Gaji Kecil

IndoAviaton – Inilah sosok Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia saat ini. Ia resmi ditunjuk sebagai Dirut Garuda Indonesia, dua tahun lalu. 

Irfan Setiaputra ditetapkan sebagai Dirut baru Garuda Indonesia dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan  di Auditorium Garuda City Center Garuda Indonesia Management Building, Komplek Perkantoran Soekarno Hatta, Rabu 22 Desember 2020.

Setelah penetapan Irfan sebagai dirut baru,  Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan BUMN mencari figur terbaik yang untuk mengelola flight carrier, Garuda Indonesia.

“Saya harap Pak Irfan Setiaputra bisa menjalankan amanah dengan baik, mengikuti prinsip Good Corporate Governance dan bisa membawa Garuda lebih baik lagi,” ujar Erick Thohir dikutip Kompas.

Tahun 2020 ketika Kementerian BUMN memberikan kepercayaan kepada Irfan Setiaputra untuk memimpin Garuda Indonesia, Irfan mengatakan bahwa ia  bertekad untuk memperbaiki kinerja Garuda Indonesia lebih baik lagi, agar peran sebagai maskapai pembawa bendera bangsa dapat terus berlangsung hingga tahun-tahun yang akan datang dan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.

Hal yang menjadi prioritasnya waktu itu adalah memaksimalkan competitiveness layanan penerbangan dengan semakin mendekatkan perspektif penumpang melalui pengalamannya selama lebih dari 50 tahun sebagai pengguna jasa layanan penerbangan.

Meskipun secara latar belakang pendidikan dan pekerjaannya tidak berkaitan erat dengan industri penerbangan, Irfan berbekal pengalaman memimpin di sejumlah perusahaan, baik swasta maupun BUMN,  optimis ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kinerja Garuda Indonesia.

Situasi pandemi COVID membuatnya lebih tertantang. Kondisi itu menuntut para pemimpin lebih dinamis lagi dalam menentukan keputusan.

“Proses learning by doing and deciding by observing inilah yang saya terapkan bersama dengan rekan-rekan manajemen lainnya selama menyusun langkah strategis perbaikan perusahaan,” katanya kepada Indomedia.

Irfan Setiaputra kelahiran Jakarta, 24 Oktober 1964, memiliki rekam jejak karir yang baik.  Ia yang lulusan Sarjana Informatika Institut Teknologi Bandung, pernah bekerja di sektor bisnis, dunia telekomunikasi, hingga pertambangan.

Sejak lulus dari ITB, Irfan berkarir  di perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informatika. Ia pernah di IBM, LinkNet, hingga Cisco.

Pada tahun 2000, ia meraih penghargaan IBM STAR of the STARS Award, IBM Professional Achievement Award, dan Best CEO versi majalah SWA.

Di Cisco, Irfan menjabat sebagai Managing Director. Saat itu, ia berhasil meningkatkan bisnis Cisco Indonesia dari 25 juta dollar AS menjadi 125 juta dollar AS.  Ia di sana hingga 7 tahun.

Kemudian ia pindah kerja. Irfan kemudian menjabat Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) tahun 2009.  Lalu karena merasa gajinya kecil, Irfan mengundurkan diri tiga tahun setelah menjabat Dirut PT INTI.

Berkarir di bidang tambang

Tak lama berhenti dari PT INTI, Irfan Setiaputra menjadi CEO di perusahaan pertambangan, PT Titan Mining Indonesia. Ia di sini selama dua tahun, hingga 2014. Lalu ia hengkang menjadi CEO di PT Cipta Kridatama, sebuah perusahaan yang bergerak di sektor batu bara.

Tak hanya itu, Irfan juga tercatat menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) ABM Investama Tbk PT (ABMM), selama satu tahun, dari 2015.

Ia pernah menjadi President Director dan CEO PT Reswara Minergi Hartama. Dan juga pernah menjadi CEO Sigfox Indonesia, yaitu sebuah perusahaan Internet of Things (IoT).

Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan mengaku sempat diajak berdiskusi oleh tim Menteri BUMN Erick Thohir. Diskusi itu membahas tentang kelanjutan perusahaan-perusahaan pelat merah ke depan.

“Sebagai orang yang pernah di BUMN, saya dimintai pandangan,” ujar Irfan kepada Tempo, 13 Januari 2020. Namun, saat berdiskusi dengan Kementerian BUMN itu, ia mengaku belum memperoleh tawaran sebagai direktur utama untuk perusahaan pelat merah apa pun katanya.