Sat. Nov 16th, 2019

Invasi Maskapai ke Sektor Logistik Gak Bikin Risih Perusahaan Jasa Kurir

Layanan kargo udara melalui Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. Sumber gambar: Ery.

Tipisnya margin pendapatan aeronautika membuat sejumlah maskapai berinovasi untuk memperluas pendapatan non-aeronautika. Salah satunya dengan memaksimalkan pendapatan pada sektor logistik.

Lion Parcel, unit bisnis Grup Lion Air semakin gencar menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan seperti PT KAI dan Bukalapak untuk meningkatkan layanan dan kapasitas angkutnya. Sementara Garuda Indonesia sedang berupaya menghadirkan pesawat tanpa awak (UAV) untuk menjangkau pasar logistik hingga ke plosok daerah.

Meski ekspansi dilakukan maskapai penerbangan untuk menggenjot pendapatan di sektor bisnis logistik, perusahaan jasa kurir mengaku tidak risih atau khawatir.

Seperti diungkapkan COO QRIM Express, Widiatmoko, masuknya maskapai penerbangan ke dalam sektor logistik tidak menghambat perkembangan usaha perusahaan. Dia justru memandang dengan adanya maskapai penerbangan yang masuk ke dalam sektor logistik, hal itu menciptakan sinergi yang positif dalam pengiriman barang.

“Kita memiliki hubungan baik dengan mereka. Ini menjadikan suatu hal sinergi yang positif, kalau dari sisi kami,” ungkap dia di Jakarta, seperti dikutip WartaEkonomi, Senin (4/11/2019).

Dia menilai, kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan merupakan suatu tantangan dalam melakukan pengiriman barang. Adanya maskapai penerbangan menurut Widiatmoko justru akan mampu mengatasi permasalahan tersebut.

“Salah satu tantangan bagi kita adalah pengiriman yang jauh-jauh ya, yang menggunakan pesawat. Saat ini kami bekerja sama dengan baik dalam hal ini,” tutur dia.

Namun demikian, sebagian perusahaan jasa kurir lainnya ada yang berpandangan sebaliknya. Bahkan ada yang khawatir masuknya maskapai pada sektor ini akan mematikan usaha mereka. Sejumlah pihak menyatakan bahwa maskapai seharusnya tetap menjadi space provider dan tidak mendalami bisnis kargo.

Sebelumnya, CEO Lion Parcel, Farian Kirana mengatakan bahwa masuknya maskapai penerbangan ke sektor logistik merupakan bagian inovasi. Menurutnya, inovasi tersebut bukan berarti maskapai memonopoli ruang kargo yang dimilikinya.

“Space-nya masih banyak kok. Bukan kita ambil semua space di kargo, enggak. Jadi, masih luas ruangan,” ujar Farian di Batam (5/10/2019).

Baca ini juga ya!