Insentif untuk Maskapai Masih Dikalkulasikan oleh Pemerintah

Pemerintah masih melakukan kalkulasi terkait pemberian insentif bagi maskapai penerbangan nasional. Diharapkan, dengan adanya pemberian insentif ini harga tiket pesawat bisa diturunkan.

“Soal angkanya masih dikalkulasi, termasuk teknisnya seperti apa. Ini masih dibahas terus dan belum putus,” tutur Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati di Kantor Kementerian Perhubungan, Senin (24/2/2020).

Ditegaskan Adita, pemerintah juga membasah masalah insentif ini dengan para stakeholder terkait, seperti para pengelola bandara.

“Yang jelas kita berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti otoritas bandara, Angkasa Pura, Airnav dan sebagainya,” kata Adita.

Baca Juga:

Insentif bagi Maskapai Penerbangan Menunggu Persetujuan Presiden

Rusdi Kirana: Insentif Tak Penting yang Penting Rencana ke Depan

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mendorong seluruh stakeholder penerbangan untuk memberikan insentif kepada maskapai yang terdampak pernerbangannya akibat penyebaran virus corona.

Budi menjelaskan, salah satu insentif yang akan diberikan pemerintah adalah pemangkasan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kepada maskapai yang terdampak. Selain itu, ia juga meminta kepada Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II selaku operator bandara untuk mengurangi besaran biaya pendaratan pesawat hingga diskon sewa ruangan.

“Jadi pemerintah, operator bandara, maskapai, hotel harus sama-sama memberikan insentif. Tidak mungkin Pemerintah melakukan sendiri. Hal ini dilakukan untuk menggenjot sektor pariwisata. Supaya orang tetap punya keinginan untuk berlibur,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/2/2020).