Insentif Bagi Maskapai, Menhub Usul Harga Avtur Turun 20 Persen

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengusulkan adanya tambahan penurunan harga avtur dalam struktur komponen insentif penerbangan. Usulan itu dicetuskan dengan harapan agar dapat memberikan manfaat insentif semakin maksimal.

Budi menilai, apabila harga avtur diturunkan, maka insentif penerbangan akan lebih maksimal.

“Saya memang menambahkan, apabila ada diskon yang dilakukan penerbangan dengan menurunkan avtur, maka itu akan lebih maksimal,” kata Budi di Jakarta, seperti dikutip Antara, Jum’at (21/2/2020).

Terkait usulan ini, dia mengatakan akan membahasnya dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir.

“Satu hingga dua hari ini akan rapat dengan Pak Erick dan Pak Arifin (Menteri ESDM) untuk rekomendasi harga avtur. Jadi, kalau harga avtur lebih kompetitif, lebih baik, maka perusahaan aviasi maskapai penerbangan bisa turunkan harga. Harga penurunan sama insentif itu akan signifikan,” kata Budi.

Baca Juga:

Insentif bagi Maskapai Penerbangan Menunggu Persetujuan Presiden

Rusdi Kirana: Insentif Tak Penting yang Penting Rencana ke Depan

Budi berharap, penurunan harga avtur bisa mencapai 15-20 persen yang diyakini akan berdampak pada penurunan harga tiket sebesar 15 persen.

“Membayangkan paling tidak ada suatu relaksasi bisa turun 15-20 persen. Kemenko Perekonomian sudah sarankan menentukan harga baru atau rebalancing, kira-kira efeknya ke harga tiket 15 persen,” sebut Budi.