Ini Daftar 7 Proyek Pengembangan Bandara AP 2 Senilai Rp16 T

Read Time:1 Minute

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan Angkasa Pura II (AP 2) menggelar Market Sounding proyek-proyek AP 2, Selasa, 30 Juni 2020. Hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan pembukaan kembali ekonomi pada kondisi kenormalan baru.

Pada tahapan awal, AP 2 menawarkan tujuh proyek infrastruktur dengan total nilai sebesar Rp16 triliun atau lebih dari USD1 miliar.

“Kami mendukung kegiatan ini karena pembangunan infrastruktur dan kemajuan ekonomi memiliki keterkaitan yang erat. Infrastruktur harus hadir lebih dulu sebelum bisnis-bisnis lainnya hadir,” ujar Plt. Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan, Rabu (30/6/2020).

Berikut tujuh proyek infrastruktur tersebut:

1. 4 Stars Hotel at Soekarno Hatta Airport International Terminal; kerja sama pengelolaan hotel sampai dengan 20 tahun.

2. Aeroland City Development Project at Tangerang; kerja sama pengembangan lahan untuk Business Park, Service Apartment, residential, sekolah, dan pergudangan.

3. Retail Area Management for AP II Airports; kerja sama pengelolaan retail area di 17 Airport AP II.

4. Concession Agreement for Advertising Management for AP II Airports; kerja sama pengelolaan periklanan pada 17 Bandara AP II, termasuk Bandara Soekarno Hatta.

5. Sky City at Soekarno Hatta Airport; kerja sama pembangunan dengan konsep TOD (Transit Oriented Development), Convention Center, dan Service Apartment.

6. Airport City at Kualanamu International Airport; kerja sama pembangunan perumahan lokal dan gedung komersial (theme park, logistic park, dan factory outlet) di lahan 200 Ha.

7. Airport City at Supadio International Airport; kerja sama pembangunan leisure mall, condotel, sport club, dan entertainment dalam satu kawasan.

“Kita berharap dari tujuh proyek yang ditawarkan tersebut, ketika ada investornya, maka kita akan lihat adanya multiplier effects yang diciptakan. Sehingga, dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Direktur Komersial AP 2, Ghamal Peris Aulia mengatakan, penyediaan tujuh proyek infastruktur ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa bandara dan menciptakan customer experience yang baik.

“Tentunya dihadapkan pada tantangan, bagaimana membuat akselerasi dalam dinamika bisnis,” ujar Ghamal.

Mengacu pada potensi pengembangan bisnis di industri kebandaraan yang semakin dinamis, salah satu upaya akselerasi bisnis yang akan dilakukan adalah dengan melakukan program kemitraan dengan investor. Kerja sama dilakukan dalam jangka panjang, sampai dengan 25 tahun.