Fri. Jun 5th, 2020

Ini Cerita Pesawat N250 (9)

                                   

Assalamualaikum semua …

Pembangunan pesawat N250 akan menghadapai para pesaingnya pada era 1990-an itu dengan konsep low cost dan high tech. Hal ini dimungkinkan karena untuk low cost rancangannya dibuat sesekat mungkin dengan pesawat CN235. Dengan begitu akan menekan biaya pengujian.

Walaupun demikian, konsep seperti itu sudah juga memperhitungkan kemungkinan perkembangan rancangan pesawat terbang pada tahun-tahun mendatang. Tentu juga diperhitungkan kemungkinan pengembangannya kemudian.

Tentang konsep high tech, terutama avioniknya, akan diisi dengan perangkat yang menjadi tren pada pertengahan tahun 1990-an. Gambarannya, avionik yang akan digunakan adalah ACAS (Airborne Collision Avoidance System). Perangkat avionik ini memungkinkan beban kerja pilot sebagai manajer dapat dikurangi dengan segala informasi yang tersaji. Para pilot juga dapat menggunakan waktunya dengan lebih efisien sesuai tuntutan zamannya.

Menurut Koordinator Kegiatan Perancangan Engineering N250, Jusman Sjafii Djamal, biaya perangkat avionik ini memang lebih mahal. Namun kemahalan biaya ini bisa ditutup oleh biaya airframe yang bisa ditekan.

Pesawat N250 akan menggunakan mesin Allison GMA 2100 buatan Amerika Serikat. Mesin bikinan baru ini diharapkan bisa menghemat bahan bakar sekitar 10 persen. Bahan bakar memang merupakan unsur yang menjadi pengeluaran kedua terbesar dalam perhitungan direct operating cost (DOC) pesawat terbang.

Masalah kebisingan mendapat perhatian yang lebih ketat dalam perancangan N250. Dalam ketentuannya ditetapkan bahwa kebisingan pesawat terbang tidak boleh melebihi 80dB. Sasaran Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) adalah pada dua deret kursi paling depan kebisingannya dikurangi menjadi sekitar 78dB. Tekanan udara di kabin sewaktu terbang di ketinggian 20.00-25.000 kaki harus sama dengan di ketinggian 8.000 kaki.

Kenyamanan lain yang diterapkan pada N250 adalah keempukkan ketika pesawat terbang lepas landas dan mendarat. Hal ini diusahakan dengan sistem flaps double shot-nya. Di samping itu, pesawat yang ini juga dirancang agar badannya bisa dipanjangkan sehingga kapasitasnya makin banyak, yang kemungkinan besar dibutuhkan pada masa nanti.

Bagaimana prediksi pasar N250? Pada cerita kesepuluh (10) akan digambarkan hasil analisisnya.