Fri. May 29th, 2020

Ini Cerita Pesawat N250 (44) Terbang

                                   

Assalamualaikum semua …

N250 terbang!

Detik-detik bersejarah itu dimulai tepat pukul 10.00 WIB tanggal 10 Agustus 1995. Pesawat lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dan mengangkasa dengan mulus.

Sekitar 56 menit terbang, N250 menyentuh landasan pacu Husein dan mendarat dengan mulus pula. Tepuk tangan ribuan pasang mata yang menyaksikannya menjadi saksi sejarah.

Indonesia berhasil meraih mimpi bisa membangun pesawat terbang dengan teknologi canggih. Rasa bangga dan haru mewarnai wajah yang hadir pada seremonial first flight N250 itu.

Usai mendarat, pintu N250 pun terbuka. Empat kru pesawat: pilot uji Capt Erwin Danuwinata sebagai pilot in command, pilot uji Capt Sumarwoto sebagai kopilot, Hindawan Hariowibowo sebagai flight test engineer, dan Yuares Riady sebagai flight test instrumentation engineer, turun dan berbaris di dekat hidung pesawat.

Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto, serta Wakil Presiden Soedharmono pun mengucapkan selamat secara langsung kepada kru penerbangan tersebut. Diikuti oleh Menteri Riset dan Teknologi, BJ Habibie, dan para pejabat tinggi negara.

Presiden Soeharto menyatakan kebanggaannya pada prestasi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang berhasil menerbangkan Sang Gatotkoco. Habibie yang menjadi tuan rumah kian bangga pula.

Apalagi pada saat yang bersamaan, Presiden Soeharto memberi dukungan penuh untuk menyukseskan program N2130. Program pesawat jet berkapasitas 130 penumpang itu akan ditangani oleh putra sulung Habibie, Ilham Akbar Habibie.

Senior Executive Vice President General Manager IPTN, Hari Laksono menjelaskan, semula pesawat N250 dijadwalkan terbang 75 menit. Namun ternyata semua materi tes terbang sudah selesai dalam 56 menit. Terbang perdana N250 pun menjadi lebih cepat.

“Sekarang semuanya sudah kita buktikan bahwa kita adalah bangsa yang besar dan mampu menguasai teknologi kedirgantaraan,” tegas Hari (Angkasa No.12 Tahun V September 1995).

Mata Hari terlihat bekaca-kaca menahan tangis haru, setelah N250 mendarat. Napasnya ia tarik dalam-dalam. “Saya gak bisa omong. Saya bersyukur kepada Allah swt. First flight ini berjalan dengan lancar berkat ridho Allah swt,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Capt Erwin yang menjadi Kepala Pilot Uji IPTN mengatakan, N250 memiliki potensi bagus di pasar dunia. Keyakinannya itu berdasarkan pengetahuannya bahwa rancangan N250 sampai ke simulator dan penerbangannya tidak meleset.

“Sama sekali tidak ada kelainan ketika di udara. Pesawat ini terbang persis seperti ketika saya memegang kemudi fly-by-wire simulator Iron Bird N250,” ungkapnya.

Chief Test Pilot Airbus Industries, Capt Gerard Charles Guyot menyatakan bahwa penerbangan perdana N250 sungguh di luar dugaannya. “Pesawat lepas landas dan mendarat dalam jarak pendek dengan sangat mulus,” ujarnya.

Berdasarkan spesifikasinya, semula ia mengira pesawat memerlukan landasan yang panjang. Ternyata, hanya perlu beberapa ratus meter, pesawat sudah bisa mengangkasa.

“Ini sangat luar biasa! Cocok untuk negara Anda yang memiliki landasan-landasan yang tidak terlalu panjang,” ucapnya.

Menurut Guyot, keberhasilan N250 terbang perdana akan berpengaruh terhadap opini dunia. Dia pun yakin, kepercayaan dunia terhadap industri pesawat terbang Indonesia bertambah dan N250 akan diminati negara-negara lain.

“Bangsa Indonesia harus bangga dengan keberhasilan itu karena N250 merupakan pesawat komuter pertama di dunia yang menggunakan teknologi canggih fly-by-wire,” kata Guyot.

Ada 40 superstars di balik keberhasilan penerbangan perdana N250. Ikuti tulisannya dalam cerita keempat puluh lima (45) ya.