Ini Cerita Pesawat N250 (39) Uji Fungsional Beragam Sistem

Assalamualaikum semua …

Banyak juga jumlah dan bentuk pengujian yang harus dilakukan pada pesawat N250. Setiap bidang kegiatan; ada lima yang sudah dijabarkan pada cerita ketiga puluh delapan (38), dijabarkan dalam berbagai bentuk uji.

Bentuk uji yang dilakukan pada prototipe pertama (PA-1) setelah roll out dibagi dalam empat bidang kegiatan, sebagai berikut.

Bidang kegiatan 1: Pengujian pada sistem instalasi check out dari basic systems yang dipasang pada PA-1, serta kalibrasi seluruh parameter penginderaan dan pengukuran dari instrumentasi uji terbang. Contoh, pengujian alat pitostatic, yang mengukur tekanan udara dinamis dan statis, lalu diterjemahkan dari mekanisme barometer ke besaran kecepatan.

– Uji kalibrasi individual dilakukan di laboratorium kalibrasi Flight Test Center (FTC) ataupun secara terpadu bersama sistem perolehan data di PA-1.

Bidang kegiatan 2: Uji fungsional yang seluruhnya dilakukan di Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) menggunakan fasilitas uji terpadu pesawat udara (Integrated Aircraft Test Facility, IATF yang sebelumnya bernama Advanced Laboratories) milik FTC.

– Uji fungsional sistem hidrolik pada kondisi normal dan darurat di simulator uji perangkat keras Iron Bird dan PA-1.

– Uji fungsional sistem roda pendarat, sistem rem, sistem anti-gelincir (anti-skid), dan sistem kendali roda depan (steering nose-wheel) elektronik pada kondisi normal dan darurat di simulator Iron Bird.

– Uji fungsional sistem pendingin elektronik dan elektrikal di simulator dan PA-1.

– Uji fungsional sistem pembangkit daya listrik pesawat, termasuk sub-sistem pembangkit daya pada mesin kiri, kanan, dan Auxiliary Power Unit (APU), juga sub-sistem alih-daya dan sub-sistem Built-In Test Equipment (BITE).

Pengujian dilakukan pada kondisi normal dan darurat untuk mengetahui efek-efek transient dan power interrupt terhadap sistem elektrik di pesawat terbang. Pada pesawat yang menerapkan sistem fly-by-wire, tidak boleh ada loncatan tegangan. Kalau ini terjadi dan power turun, fly-by-wire otomatis beralih ke sistem kendali mekanik. Pengujian dilakukan di Laboratorium Simulator Pembangkit Daya Listrik Pesawat Terbang dan PA-1.

– Uji fungsional sistem avionik, yang meliputi penginderaan inersial, aerodinamika, navigasi, dan komunikasi, serta sistem radar cuaca dan sistem-sistem sajian pada flight deck, seperti Electronic Flight Instrumentation System (EFIS) dan Full Authority Digital Engine Control System (FADECS). Pengujiannya di Laboratorium Simulator Avionik dan PA-1. Khusus uji fungsional sistem autopilot, pengujian dilakukan dengan memadukan simulator avionik dengan simulator Iron Bird sebagai satu kesatuan dermaga uji.

– Uji fungsional kendali terbang, meliputi pengujian seluruh moda sistem kendali fly-by-wire dan cadangannya serta sistem hidro-mekanikal untuk ketiga sumbu kendali utama ataupun sekunder.

“Uji ini merupakan pengujian yang paling sulit,” ungkap Said Djoharsyah Jenie, Vice President Divisi FTC (Angkasa No.10 Tahun V Juli 1995).

Pengujian dilakukan pada kondisi normal dan darurat secara terpadu dengan pengujian sistem pembangkit daya listrik dan sistem hidrolik di Iron Bird dan PA-1.

– Uji fungsional sistem bahan bakar dengan konfigurasi kering atau basah di Laboratorium Simulator Sistem Bahan Bakar. Uji sistem bahan bakar dengan konfigurasi kering dilakukan pada PA-1.

– Uji fungsional pemanfaatan jaringan daya listrik pada PA-1.

Untuk pengujian pada bidang kegiatan 3 dan 4, dilanjutkan besok dalam cerita keempat puluh (40) ya.