Ini Cerita Pesawat N250 (31) Roll Out

Assalamualaikum semua …

Tanggal 10 November 1994, prototipe atau purwarupa pertama (PA-1) N250 keluar hanggar pabriknya, Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Ribuan undangan menyaksikan seremoni roll out itu dengan terpesona. PA-1 ini resmi diberi nama “Gatotkoco”.

Presiden Soeharto meresmikan pemberian nama “Gatotkoco” pada PA-1 itu. Selanjutnya, Presiden dan Wakil Presiden Try Soetrisno didampingi BJ Habibie meninjau kabin N250 Gatotkoco. Mereka bangga melihat karya anak bangsa itu, yang diekspresikan mereka dengan senyum dan acungan jempol di tangga pesawat.

Peristiwa roll out itu digambarkan dalam tulisan Adrianus Darmawan, salah seorang wartawan majalah Angkasa yang meliputnya (Angkasa No.3 Tahun V Desember 1994). Berikut ini:

“Ketika pintu hanggar dibuka perlahan-lahan, sosok masterpiece itu segera memuaskan keingintahuan kita. Maka seribu pertanyaan pun terjawab sudah. Bersamaan dengan itu, sekitar 3.000 hadirin dari dalam dan luar negeri bagai disihir memandangnya.

Prototipe N250 itu telah menampakkan diri. Putih bersih bergaris-garis biru. Gagah! Kumandang Bagimu Negeri kian membuat pesawat rancangan utuh putra-putri Pertiwi ini memancarkan kharisma.

PA-1 resmi diberi nama Gatotkoco, sementara prototipe berikutnya adalah Krincingwesi (PA-2), Putut Guritno (PA-3), dan Konconegoro (PA-4). Ketiganya adalah nama lain dari Gatotkoco, tokoh pewayangan yang bisa terbang.

“Kita semua percaya bahwa generasi muda telah menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk memikul tugas besar demi menjawab tantangan besar dan mewujudkan cita-cita besar …,” tutur Presiden Soeharto dalam sambutannya.

Benar-benar petuah yang sarat makna. Setidaknya, yang ingin diingatkan adalah N250 sebenarnya hanya satu dari sekian anak tangga, hingga bangsa ini sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang telah lebih maju. Kita memang belum boleh berpuas diri sebatas N250. Masih perlu kerja keras dan terus maju. Selamat!”

Kemeriahan acara roll out yang disemarakkan oleh tarian dari ratusan karyawan IPTN dan mahasiswa ASTI Bandung itu usai juga. Namun kesibukan para insinyur IPTN belum reda.

Apa saja kesibukan mereka? Nantikan penjelasan Kepala Program N250, Djoko Sartono dalam cerita ketiga puluh dua (32) ya.