Ini Cerita Pesawat N250 (30) IPTN Harus Cepat

Assalamualaikum semua …

Pesawat N250 yang akan roll out memiliki ekor “T”, yang diperhitungkan lebih stabil dan efektif ketika lepas landas dan mendarat. Lain dengan gambar atau foto sebelumnya, yang tampil dengan ekor rendah (fuselage mounted tail.

Bagian depan dan belakang mock-up kelas dua juga sudah dipotong dan ditambah (stretched), diikuti engineering mock-up kelas satu yang diperpanjang. Dengan begitu, siap pula mock-up N250 untuk 68-70 penumpang.

Prototipe N250 yang 50 penumpang hanya dibuat satu unit, prototipe lainnya adalah yang 70 penumpang. Pesawat dengan kapasitas 70 kursi itu memang sudah dibuat pesaing N250, kecuali Dash-8 dan CASA 3000.

Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) memang harus cepat bergerak. Waktu itu, industri penerbangan di Eropa Timur sedang banting setir dan akan memroduksi pesawat komersial karena pasar pesawat militer makin sempit. Persaingan pun bakal kian sengit.

Langkah sudah diayunkan dengan penuh kesadaran dan state-of-the-art. IPTN melakukan proses evolusi yang dipercepat. Karyawan dikirim magang ke berbagai pabrik pesawat di luar negeri. “Sekarang kalau ada orang IPTN dipindahkan ke Boeing, dia akan bisa kerja sepeti orang Boeing dan hasilnya akan sama,” kata orang-orang muda IPTN.

Sebut saja Ibnu Soesilo, lulusan Institut Teknologi Surabaya (ITS) yang menjadi Kepala Departmen Master Dimensions dan bekerja di depan layar komputer di ruang Computer-Aided Design/Computer-Aided Manufacturing (CAD/CAM). Sebut juga Jusman Sjafii Djamal, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang jadi Koordinator Kegiatan Perancangan Engineering N250 dan kalau mengemukakan analisisnya tentang N250 sungguh meyakinkan.

Ternyata alih-teknologi itu sudah berlangsung intensif di IPTN. Pembangunan sumber daya manusia ini memang tak tampak di mata banyak orang. IPTN yang melangkah terlalu lebar dan cepat rupanya meninggalkan terlalu jauh pengertian dan pengetahuan bangsanya. Di samping itu, terjadi benturan-benturan keras sebagai akibat dari bawaan industri-biaya-tinggi.

Masyarakat menuntut bukti. Walaupun sebenarnya bukti itu kian nyata. N250 sebentar lagi roll out dan bakal terbang perdana dengan target waktu tak sampai setahun lagi. Kata Senior Vice President IPTN, Hari Laksono, kalau kita berkunjung ke IPTN akan jelas terlihat bukti itu.

“IPTN sudah menyiapkan diri menghadapi tantangan hi-tech dengan sebaik-baiknya dan berhasil. Mereka belajar cepat sekali dan tanggap terhadap perubahan,” ujar Hari (Angkasa No.2 Tahun V November 1994).

Apa kata Presiden Soeharto pada seremoni roll out N250? Demi cita-cita besar, ucapnya, yang akan dijabarkan dalam cerita ketiga puluh (31) ya.