Ini Cerita Pesawat N250 (3)

Assalamualaikum semua …

Membangkitkan teknologi membangun N250. Begitu semangatnya.

Hadirnya pesawat N250 memang menjadi awal kebangkitan bangsa Indonesia dalam membangun teknologi kedirgantaraan. Tanggal 10 Agustus 1995, ketika Sang Gatotkoco terbang perdana, dijadikan tonggak sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Sungguh hebat perjalanan bangsa ini dalam alih teknologi itu, sehingga putra-putri Indonesia mampu mewujudkannya melalui N250.

Pemikiran awal BJ Habibie adalah ia ingin membangun pesawat terbang pengganti CASA 212 berkapasitas 20 penumpang dengan yang kapasitasnya 30 penumpang. Namun dari analisis pasar, rupanya diperoleh hasil bahwa Indonesia membutuhkan pesawat terbang dengan kapasitas 50 penumpang.

Habibie bilang, “Kita fokus 50 penumpang!” Maka pesawat terbang itu jadilah namanya N250 dari “Nusantara, 2 mesin, 50 penumpang”.

N250 menjadi pesawat turbopropeller pertama di dunia yang menggunakan teknologi fly-by-wire. Teknologi ini merupakan pengendalian terbang yang tidak dilakukan secara analog, tapi dengan sistem elektronika canggih pada masa itu (awal tahun 1990-an).

Bagaimana cerita dari pemikiran awal Habibie itu? Kita kupas nanti dalam cerita keempat (4). Cerita ketiga (3) ini cukup sebagai latar untuk mengundang kita terus berinovasi pada saat kita tengah #dirumahsaja dan berdoa semoga pandemi Covid-19 segera berlalu.