Ini Cerita Pesawat N250 (22) Pembuatan Mock-Up Kayu

Assalamualaikum semua …

Perancangan N250 secara detail sudah rampung, selanjutnya adalah tahap produksi. Program Manager N250, Djoko Sartono menjelaskan, tahun 1992 program N250 sudah mulai release joint dan master jigs hampir selesai. Tooling sudah mulai dibuat dan gambar-gambar sudah dirilis.

Seiring dengan itu, semua persiapan sudah mulai dikerjakan, baik persiapan pengujian maupun untuk wind tunnel, yang masih jalan terus. Kala itu, pengujian dalam terowongan angin sudah mencapai sekitar 5.000 jam. Mock-up kelas tiga pun sedang dikerjakan.

Sebelumnya sudah dibuat mock-up kelas satu, yang seluruhnya terbuat dari kayu. Pekerjaan pembuatannya betul-betul membutuhkan keterampilan tangan. Kalau bahan kayunya tak kelihatan, mock-up ini benar-benar terlihat seperti pesawatl terbang.

Setelah mock-up kelas satu, dilanjutkan dengan mock-up kelas dua. Masih dari bahan kayu, tapi dibuat dengan lebih cermat. Di dalamnya sudah diperhitungkan letak dan lintasan sistem agar tidak ada kabel dan pipa yang bertabrakan.

Lebar dan tinggi jendela windshield dapat dilihat untuk memperoleh bidang pandangan pilot yang optimal. Tinggi dan jarak kursi pilot juga dibenahi untuk mendapatkan kedudukan yang tepat dan tidak merepotkan.

Mock-up kelas dua sudah memperhitungkan segi ergonomis. Jarak dan kemiringan panel diamati dengan saksama agar instrumen mudah dibaca. Tombol-tombol yang ada di depan, samping, dan atas, mudah dijangkau.

Semua posisi dan ukuran dibuat seteliti dan secermat mungkin untuk menghindari kerepotan. Baik dalam produksi, operasi, maupun pemeliharaannya kelak, termasuk untuk memberi kenyamanan bagi penumpang. Sudah dipasang pula kursi-kursi dan overhead bin.

Dari mock-up kelas dua tersebut, selanjutnya diperoleh mock-up kelas tiga. Dibuat dengan skala penuh dan dilapisi lembaran-lembaran aluminium. Bentuknya sudah memberi gambaran struktur dan bentuk prototipe pesawat terbang. Gambaran ketika N250 roll out atau digelindingkan ke luar dari hanggar pabrikan pada suatu hari nanti.

Mock-up kelas tiga adalah mock-up tertinggi dan menjadi rujukan pembuatan pesawat N250. Djoko menjelaskan, mock-up yang sudah selesai dapat menggunakan sistem untuk pengembangan dan finalisasi rancangan. Bagian produksi pun akan menggunakannya sebagai semacam familiarisasi dalam memroduksinya.

Apalagi yang dilakukan pada tahun 1992 untuk mewujudkan N250? Ada di cerita kedua puluh tiga (23) besok ya