IFC Terus Berkiprah Jadi Jembatan bagi Pehobi Terbang

Read Time:1 Minute

Kegiatan yang dilakukan Indonesia Flying Club (IFC) tidak terhenti karena pandemi. Bahkan ketika hanggar sebagai markasnya harus pindah tempat tahun 2020, walau masih tetap di kawasan lapangan terbang Pondok Cabe, Jakarta, kegiatannya diupayakan tetap berjalan.

“Ketika harus pindah tempat itu menjadi tantangan bagi kami dan alhamdulillah bisa menempati hanggar baru ini dengan sewa lima tahun. Kami juga mendapat dukungan dari Pelita Air Service, untuk take off/landing kami no fee no charge,” ungkap Sigit Samsu, Ketua IFC dalam acara halalbihalal IFC dan penggiat dirgantara di Pondok Cabe, Sabtu (4/6/2023).

Sigit menuturkan, IFC didirikan tahun 2004 dan tahun 2016 dilakukan perubahan pimpinan dan kepengurusannya. “Ada dinamika dalam kegiatan IFC dan kami mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk FASI (Federasi Aero Sport Indonesia),” ujarnya.

Menurut Sigit, IFC ingin membangun representative club. Karena itu, pihaknya mengajukan untuk memperoleh sertifikat OC 91 dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Setelah hampir dua tahun pengajuan, akhirnya IFC mendapatkan OC 91.

IFC juga memiliki program untuk menambah jam terbang bagi ab initio (yang baru lulus sekolah pilot). “Silakan gabung; ini for free, dengan syarat bergiat dulu untuk dilihat keseriusannya,” ucapnya.

Disampaikannya pula, IFC menyelenggarakan pendidikan untuk Sport Pilot License (SPL). Sudah sekitar tujuh orang yang berhasil memperoleh SPL lewat IFC.  “Yang sudah punya SPL bisa  melanjutkannya pula untuk memperoleh PPL (Private Pilot License) juga CPL (Commercial Pilot License) dari sekolah pilot.”

“IFC bukan dan tidak menjadi flying school. Di sini hanya menjadi jembatan untuk bisa terbang berlisensi,” kata Sigit.

Pada kesempatan itu, hadir Kepala Basarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi yang mengatakan bahwa pihaknya memberi kesempatan bagi anggota aktif IFC untuk bergabung menjadi pilot di Basarnas. “Kami membutuhkan pilot helikopter yang memiliki jam terbang,” ujarnya.

Kepala Basarnas juga memberi informasi bahwa bersama Susi Pujiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, ia ingin menggiatkan aktivitas general aviation. Rencananya, pada 17-18 Juni 2022 di Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat, akan diadakan semacam festival dirgantara.

“Kegiatannya seperti di Oshkosh (Amerika Serikat),” katanya. Pameran kedirgantaraan atau AirVenture Oskhosh merupakan pameran tahunan yang diselenggarakan di kota Oshkosh, Winnebago County, negara bagian Wisconsin, AS. Ini ajang berkumpulnya para pecinta dirgantara dan  pemilik pesawat terbang dari seluruh dunia. Mereka datang untuk memamerkan dan menerbangkan pesawat terbangnya.

Foto: Indoaviation