Fri. Feb 28th, 2020

IFC Beri Fasilitas untuk Latih Pilot Pemula Bisa Terbang Caravan

                                   

Indonesia Flying Club (IFC) memberikan fasilitas bagi 14 pilot ab initio (pemula) untuk mendukung pelatihan agar bisa menerbangkan pesawat Cessna Caravan. Ke-14 pilot yang aktif di IFC ini mendapat ground training, mandatory, dan line training di beberapa area terbang pesawat tersebut.

“Ini salah satu kontribusi IFC untuk membangun manusia baru di bidang aviasi. Supaya mereka mendapat kesempatan untuk berkiprah di dunia aviasi yang sebenarnya,” ujar Sigit H Samsu, Ketua Umum IFC di Jakarta, Rabu (5/2/2020) sore.

Sigit menambahkan, para pilot baru yang masih muda-muda itu memiliki mimpi dan hasrat (passion) yang besar untuk bekerja di dunia aviasi. “Kalau tidak dibantu, bagaimana? Mereka memerlukan motivasi, bukan semata-mata untuk menjadi pilot, tapi untuk tetap bersentuhan dengan dunia aviasi.”

Dijelaskannya bahwa IFC bukan mencetak pilot. “Ini perlu dicermati. IFC ingin turut membangun general aviation. Ada peluang, itu saja,” ucap Sigit.

Tahun 2020, IFC memiliki banyak program untuk mewujudkan peluang-peluang itu. Dimulai dengan membekali para pilot ab initio itu dengan wawasan kedirgantaraan agar menjadi pilot plus. Secara berkala, mereka diberi wawasan tentang manajemen, kerja tim, dan sosialisasi dengan lebih baik, secara formal ataupun informal.

Sebelumnya, IFC yang organisasinya diperbarui tahun 2017 sudah banyak melakukan kegiatan aviasi, terutama untuk memberikan wawasan dan tambahan jam terbang bagi pilot ab initio. “Kita perbaiki hanggar dan melakukan program gaining hours bagi ab initio. Mereka terbang cuma-cuma, dalam arti biaya perawatan pesawat dan asuransi gratis tapi membayar biaya fuel dan berkolaborasi dengan instruktur,” tutur Sigit.

Sampai saat ini, IFC sudah mengantarkan 16 pilot ab initio untuk bekerja di maskapai penerbangan. Tahun 2020, dimulai 4 Februari lalu, dua pilot pemula IFC, Fanny dan Eki, ditambah seorang pilot dari luar IFC, Baron, memulai proses memperoleh rating pesawat Cessna Caravan di Singkawang, Kalimantan Barat. Pilot lainnya menyusul di tempat-tempat lain, seperti Pekanbaru di Riau dan Palembang di Sumatera Selatan.

“Pelatihan pilot-pilot baru ini juga untuk mengisi kekurangan pilot dengan rating Cessna Caravan,” ucap Sigit.

Saat ini, IFC sedang menunggu selesainya proses keluarnya sertifikat pengoperasian pesawat udara OC 91. “Setelah OC 91 kami terima, berbagai kegiatan akan kami lakukan. Antara lain, memfasilitasi untuk kelas SPL (sport pilot license), terjun payung, dan aerobatik.

“IFC sudah melalui audit OC 91. Ini sangat berat karena banyak sekali yang harus dilakukan dan sosialisasi untuk memenuhi regulasi yang ada di DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara,” ungkap Sigit.