Sat. Jul 11th, 2020

Hari Pelaut Sedunia 2020, Pengakuan Peran Para Pelaut dalam Distribusi Logistik

                                   

Pada masa pandemi Covid-19 ini, para pelaut diyakini memiliki peran penting dan menjadi salah satu garda terdepan. Para pelaut memerankan tugasnya untuk menjaga agar barang-barang kebutuhan pokok penting, seperti makanan, obat-obatan, dan peralatan medis, serta logistik lainnya, dapat menjangkau seluruh dunia.

“Hari ini 25 Juni 2020, sebagai salah satu anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C, kita (Indonesia) ikut merayakan Hari Pelaut Sedunia atau Day of The Seafarer yang setiap tahun diselenggarakan. Ini sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi atas kontribusi para pelaut dari seluruh dunia pada perdagangan global dan perekonomian dunia,” kata R. Agus H. Purnomo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut dalam siaran pers, Kamis (25/6/2020).

Tahun 2020, tema Day of The Seafarer yang dicanangkan oleh IMO adalah Seafarers are Key Workers. Dunia mengakui bahwa pelaut adalah pekerja kunci yang memegang peranan penting terhadap keberlangsungan kehidupan di muka bumi, apalagi ketika dunia berhadapan dengan Covid-19.

Para pelaut dunia, termasuk pelaut Indonesia, berperan sangat besar dalam sektor perekonomian. Sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah pelaut terbanyak di dunia, jasa para pelaut Indonesia patut dihargai dan dihormati. Indonesia sebagai negara yang terdampak pandemi Covid-19, hingga kini tidak mengalami kesulitan bahan pokok penting dan logistik.

Arus logistik di Indonesia masih berjalan lancar. Para pelautlah yang memiliki peran penting dan strategis sebagai penggerak kelancaran perpindahan orang dan barang itu. Bukan halangan, walau banyak kesulitan dan ketidakpastian dalam melaksanakan perannya. Berbulan-bulan tidak pulang ke rumah dan tidak pula dapat kepastian mereka bisa kembali.

Maka Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan selalu berupaya untuk membantu. Salah satunya dengan memfasilitasi proses repatriasi para Anak Buah Kapal (ABK), yang juga merupakan pelaut. “Ini adalah wujud dukungan kami yang sudah selayaknya mereka dapatkan. Dengan begitu, mereka dapat terus memberikan layanan vital untuk menjaga perdagangan dunia terus bergerak,” tutur Agus.

Hari Pelaut Sedunia pertama kali diperkenalkan dalam Amandemen Manila pada Juni 2010, yang mengadopsi revisi besar Konvensi STCW dan Kode terkait. Konferensi diplomatik sepakat bahwa kontribusi para pelaut untuk perdagangan internasional harus diakui dan diperingati setiap tahun dalam Day of The Seafarers. Tanggal 25 Juni dipilih sesuai dengan tanggal adopsi resmi amandemen tersebut.

Pada peringatan pertama kali Hari Pelaut Sedunia tahun 2011, IMO melakukan kampanye online lewat facebook, twitter, linkedln, dan youtube. Kampanye ini berupa penggalangan dukungan dan meminta semua orang di seluruh dunia untuk mengucapkan terima kasih kepada para pelaut.

Foto: Ditjen Hubla