Thu. May 28th, 2020

Harga Tiket Pesawat Turun, Pariwisata Aceh Menggeliat?

Pesawat Airbus A320 AirAsia Indonesia.

Pesawat Airbus A320 AirAsia Indonesia.

                                   

Penurunan harga tiket pesawat penerbangan berbiaya rendah (LCC) pada rute domestik dinilai Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Aceh akan menggeliatkan pariwisata di provinsi ini.

“Itu (penurunan tiket) bagian dari strategi maskapai. Cuma dampaknya tidak bisa kita lihat sekarang, tetapi paling cepat dua bulan mendatang,” ujar Sekretaris Asita Aceh, Totok Julianto di Banda Aceh, seperti dikutip Republika.co.id, Senin (13/1/2020).

Totok memandang, penurunan harga tiket rute domestik akan menghidupkan kembali berbagai destinasi wisata, khususnya di D.I. Aceh, provinsi yang kental dengan syariat Islam.

Seperti diketahui, setahun terakhir harga tiket pesawat maskapai LCC untuk penerbangan langsung pada rute domestik, seperti rute Banda Aceh-Jakarta bisa tembus Rp1juta per penumpang, dan Banda Aceh-Medan mencapai Rp448ribu per orang.

Namun dia mengklaim, penurunan harga tiket pesawat oleh maskapai di awal tahun ini lantaran memasuki musim sepi penerbangan (low season). Umumnya, musim sepi ini terjadi selama periode Januari hingga Maret. Tingkat keterisian penumpang dalam setiap penerbangan di periode tersebut biasanya menurun jauh.

“Saat ini kan hingga beberapa bulan ke depan, memang lagi low season. Mungkin secara ekonomi, pasarnya yang menghendaki harga tiket pesawat turun,” ungkapnya.

“Yang jelas, kalau tiket maskapai domestik turun, itu akan membuat orang jadi senang melakukan traveling. Kita sebagai stakeholder wisata, pastilah nanti bisnisnya bagus lagi,” imbuh Totok.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama pada akhir tahun 2019 mengaku bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya dan Menteri BUMN, Erick Thohir untuk mengkaji masalah tersebut dan mencari solusinya.

“Saya bersama Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, akan ‘me-review’ semua kemungkinan untuk menekan harga tiket. Salah satu faktor utamanya kan harga tiket. Itu juga ada laporannya AP II soal masalah turunnya jumlah okupansi,” kata dia.

Meski demikian, Wishnutama mengatakan, upaya menekan harga tiket pesawat bukan perkara mudah. Pasalnya, masalah harga tiket pesawat yang tinggi itu sangatlah kompleks karena dipengaruhi banyak faktor.

“Bukan kerja yang sederhana karena kan kompleks, macam-macam, ada pengaruh harga avtur, leasing dan lainnga. Jadi kita harus lihat secara komprehensif bagaimana cara menekan harga tiket agar komprehensif,” jelasnya.