Gunung Semeru Meletus

IndoAviation – Minggu siang tadi, PVMBG  (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menyatakan status Gunung Semeru di Jawa Timur naik dari Level 3 atau Siaga menjadi Level 4 atau Awas.

Peningkatan status bencana Gunung Semeru itu disampaikan Kepala PVMBG Hendra Gunawan, di Jakarta. Ia pun meminta masyarakat tidak beraktifitas dalam radius delapan kilometer dari puncak dan sektoral arah tenggara  sejauh 19 kilometer dari puncak.

Tingkatan status gunung berapi ada empat yakni dari yang paling rendah, Normal (Level 1), Waspada (Level 2), Siaga (level 3) dan Awas (Level 4).

Minggu dini hari pukul 02.46 WIB, PVMBG mencatat  ada erupsi disertai guguran awan panas di Gunung Semeru  dengan tinggi kolom erupsi mencapai 1.500 meter di atas puncak. Sumber awan panas guguran berasal dari tumpukan material di ujung lidah lava yang berada sekitar 800 meter dari puncak. Awan panas guguran tersebut berlangsung menerus dan hingga pukul 06.00 WIB jarak luncur telah mencapai 7 kilometer dari puncak ke arah Besuk Kobokan. Sejak pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB, aktivitas kegempaan terekam sebanyak delapan kali gempa letusan, satu kali gempa awan panas guguran.

Hendra menjelaskan situasi itu menunjukkan aktivitas erupsi dan awan panas guguran di Gunung Semeru masih sangat tinggi.

“Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Semeru,” jelasnya seperti dikuti Antara.

Sementara itu seorang warga di kaki Semeru menuturkan,  asap dari Gunung Semeru terlihat pekat dari lokasi ia berada, di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Ribuan warga desa di sekitar kaki Semeru pun kabarnya telah diungsikan untuk mencegah korban jiwa.

Belum diketahui apakah letusa Gunung Semeru ini mempengaruhi jalur penerbangan di sekitar area tersebut.