Gunung Agung Erupsi, Operasional Bandara Ngurah Rai Berjalan Normal

Read Time:2 Minute

Hari ini Gunung Agung kembali menampakkan aktivitasnya. Erupsi terjadi pada pukul 03.21 WITA dengan tinggi letusan 2000 meter dan mengeluarkan asap kelabu. Aktivitas ini terjadi selama 2 menit 55 detik.

Pada pukul 05.30 WITA stamet Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali merilis laporan aktivitas Gunung Agung. Dalam laporan itu disebutkan info zona terakhir masih kategori oranye dan sigmet menujukan poligon sebaran abu vulkanik di sekitar wilayah tenggara Pulau Bali.

Disebutkan juga arah angin lap 3.000 ft dari Timur – Tenggara dengan kecepatan 00 – 17 knots, arah angin lap 10.000 ft dari Timur Laut – Timur dengan kecepatan 00 -07 knots, serta arah angin lap 19.000 ft dari Barat – Barat Laut dengan kecepatan 00 – 07 knots. Berdasarkan citra satelit Himawari 8 pada 20 April 2019 pukul 05.00 WITA, abu bergerak ke arah Tenggara – Selatan.

Kemudian pada pukul 06.44 – 08.15 WITA terpantau hasil paper test di Bandara I Gusti Ngurah Rai terdapat abu vulkanik yang sangat tipis. Namun demikian operasional penerbangan di bandara ini masih berjalan normal.

Pada pukul 07.00 – 08.22 WITA hasil pindaian LIDAR memperlihatkan ada sebaran abu vulkanik tipis dan tidak merata dengan radius 0-1500 meter dari bandara pada ketinggian 500 meter dari permukaan tanah.

Paper test dilakukan kembali pada pukul 08.36 – 09.55 WITA. Hasil NIL VA dilakukan oleh ADM, ARFF dan AMC. Pesawat milik maskapai Garuda Indonesia beregistrasi PK-GPV penerbangan GA400 rute CGK – DPS yang baru landing pada pukul 08.45 utc: nil VA on aircraft juga dilakukan pengecekan. Begitu juga dengan pesawat Garuda Indonesia GA434 PK-GFC rute CGK – LOP yang landing pada 8.43 utcf: nil VA on aircraft.

Hari ini (Ahad, 21/4/2019) Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengimbau agar semua pihak kewaspadaan terhadap dampak erupsi Gunung Agung yang terjadi.

“Semua pemangku kepentingan penerbangan harus saling bersinergi dan berkoordinasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa angkutan udara,” katanya di Jakarta.

Di tempat terpisah, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Elfi Amir memastikan dampak erupsi Gunung Agung belum mengganggu jalannya operasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kepastian itu berdasarkan hasil observasi meteorologi penerbangan (METAR) pada pukul 10.30 WITA, yang menyebutkan bahwa sudah tidak menunjukkan adanya sebaran abu vulkanik di sekitar wilayah bandara.

Dari hasil dari laporan pilot juga menyebutkan bahwa Gunung Agung tidak terjadi aktivitas dan tidak ada gumpalan debu vulkanik ataupun peningkatan status Gunung Agung.