Gunakan A330, Garuda Indonesia Resmi Layani Rute Jakarta-Nagoya PP

Read Time:1 Minute

Maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia, resmi melayani rute penerbangan Jakarta- Nagoya pp. Maskapai menggunakan armada pesawat Airbus A330 untuk penerbangan rute ini.

“Layanan penerbangan ini turut menjadi langkah positif perusahaan dalam mempertahankan pangsa pasar sektor penerbangan Jepang-Indonesia yang terus tumbuh dan semakin menjanjikan,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara dalam keterangan resminya, Senin (25/3/2019).

Ari optimistis pembukaan rute langsung Jakarta-Nagoya dapat mendukung percepatan laju iklim bisnis dan potensi ekonomi kedua negara.

Dia menilai, angka kunjungan para pebisnis dan wisatawan asal Jepang ke Indonesia juga terus menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya ke sejumlah destinasi wisata utama di Indonesia. Salah satunya Jakarta, sebagai pusat perekonomian terbesar di Indonesia.

“Kami tentunya berharap dengan dibukanya rute penerbangan Jakarta-Nagoya ini dapat semakin menunjang upaya akselerasi pertumbuhan investasi antar Indonesia dan Jepang, mengingat saat ini Jepang merupakan negara dengan nilai investasi terbesar kedua terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

Pembukaan rute ini ditandai dengan acara pelepasan penerbangan perdana oleh Ari di Gate 10 Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Acara ini turut dihadiri Wakil Duta Besar Jepang Bidang Ekonomi, Tadayuki Miyashita.

Penerbangan Jakarta-Nagoya merupakan wujud komitmen perusahaan dalam peningkatan investasi di industri manufaktur sebagai program percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Ari mengatakan, Nagoya yang berada di Prefektur Aichi dikenal sebagai kota terbesar keempat di Jepang serta sebagai salah satu kota industri dan manufactural tersibuk di Jepang. Kota ini menjadi pangsa pasar yang potensial bagi Garuda Indonesia.

Kiprah penerbangan Garuda Indonesia ke negeri Sakura telah dilaksanakan sejak 57 tahun lalu, dengan rute Jakarta-Tokyo pada 13 Maret 1962.

“Nilai historikal antara Indonesia dan Jepang tentunya menjadikan market penumpang negeri Sakura, hingga hari ini tetap menjadi pasar yang potensial bagi Garuda Indonesia,” tutup Ari.