Gunakan 330-300ceo, Batik Air Gelar Penerbangan Perdana Umroh 1440 H

Menggunakan pesawat berbadan lebar Airbus A330-300ceo, Batik Air pada Selasa (17/12/2019) lalu meresmikan penerbangan perdana umroh periode 1440 hijriah atau 2019-2020. Penerbangan ini mengambil rute Surabaya melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo (SUB), Jawa Timur menuju Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah (MED), Arab Saudi.

Penerbangan penerbangan langsung bernomor ID-226 ini membawa 372 tamu Allah dan 13 awak pesawat.

Batik Air dengan bangga memperkenalkan layanan baru khusus mengakomodir penerbangan berkualitas menuju Saudi Arabia. Batik Air memproyeksikan, permintaan untuk pasar ini akan terus meningkat,” tutur CEO Batik Air, Capt. Achmad Luthfie dalam siaran pers perusahaan.

Luthfie mengatakan, untuk penerbangan tersebut Batik Air bekerjasama dengan Dream Tour sebagai mitra perjalanan dalam General Sales Agent (GSA)

Dijelaskan Luthfie, pengoperasian A330-300ceo dinilai tepat menjadi bagian pendukung model bisnis perusahaan. Pesawat lorong ganda milik Batik Air ini terdiri dari 18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi.

Setelah Surabaya, pada Desember 2019 Batik Air bersama Dream Tour juga membuka penerbangan umroh dari kota lainnya menuju Madinah dan Jeddah (Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz JED). Kota-kota tersebut adalah Solo, melalui Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo di Boyolali (SOC), Jawa Tengah; Makassar, dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros (UPG), Sulawesi Selatan; dan Medan melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang (KNO), Sumatera Utara.

Dalam rencana strategis perusahaan, layanan penerbangan umroh dilanjutkan ke kota-kota lainnya. Di antaranya dari Banda Aceh – Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (BJT) di Aceh Besar; Palembang – Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM) di Sumatera Selatan; Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng (CGK); Balikpapan – Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Sepinggan (BPN), Kalimantan Timur; dan Banjarmasin – Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru (BDJ), Kalimantan Selatan.