Fri. Apr 10th, 2020

Grup Cathay Pacific Kurangi Kapasitas Penumpang Hingga 96 Persen

Armada pesawat Cathay Pacific dan Cathay Dragon. Sumber gambar: Cathay Pacific.

                                   

Cathay Pacific dan Cathay Dragon akan mengurangi kapasitas penumpang di seluruh jaringannya sebesar 96% pada selama periode April – Mei.

Pihak maskapai menjelaskan, kebijakan ini diambil sehubungan dengan penurunan permintaan yang signifikan akibat pandemi virus Corona (Covid-19) yang sedang melanda dunia internasional.

Selain itu, kebijakan sejumlah negara yang melakukan pembatasan perjalanan global untuk mencegah potensi penyebaran vitus tersebut juga melatar belakangi keputusan Cathay.

Meski akan mengurangi jadwal operasional pesawat penumpang selama dua bulan, kapasitas pesawat kargo maskapai pelat merah asal Hong Kong ini tetap beroperasi normal.

“Kemampuan kami untuk bertahan di tengah pengurangan frekuensi penerbangan akan tergantung pada jumlah penambahan pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh pemerintah di seluruh dunia yang selanjutnya akan berdampak pada berkurangnya jumlah penumpang,” tulis maskapai dalam siaran pers, Kamis (26/3/2020).

Cathay Pacific hanya akan mengoperasikan tiga penerbangan per pekan ke 12 destinasi, yakni London (Heathrow), Los Angeles, Vancouver, Tokyo (Narita), Taipei, New Delhi, Bangkok, Jakarta (Cengkareng), Manila, Kota Ho Chi Minh, Singapura dan Sydney.

Baca Juga:

Langkah Ekstrem SIA Cegah Covid-19, Gerus 96% Penerbangan dan Kandangkan Armada

Grup Lion Air Setop Sementara Penerbangan Domestik dari dan ke Papua

Sementara Cathay Dragon hanya akan mengoperasikan tiga penerbangan per pekan ke tiga tujuan, yaitu Beijing, Shanghai (Pudong), dan Kuala Lumpur.

“Sebagai maskapai penerbangan yang berbasis di Hong Kong, penting bagi kami untuk terus menyediakan jaringan penumpang dan kargo ke dan dari hub Hong Kong,” tutur Cathay Pacific Chief Customer and Commercial Officer, Ronald Lam.

Karena itu, lanjutnya, kami akan berusaha untuk mempertahankan jumlah penerbangan yang terbatas ke dan dari tujuan utama di jaringan kami untuk memastikan penerbangan-penerbangan utama ini tetap berjalan normal.

“Meskipun jaringan kargo kami tetap berjalan normal, kami juga meningkatkan kapasitas kargo dengan menyediakan layanan carter dan mengoperasikan layanan penumpang tertentu yang telah ditangguhkan khususnya untuk pengiriman udara agar memenuhi permintaan pelanggan kargo.”

Dia mengatakan, perusahaan perlu mengambil langkah-langkah sulit yang tegas karena skala tantangan yang dihadapi industri penerbangan global saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kami tidak punya pilihan selain mengurangi kapasitas penumpang secara signifikan karena pembatasan perjalanan semakin mempersulit pelanggan untuk melakukan perjalanan dan hal tersebut menyebabkan permintaan menurun secara drastis.”