Thu. Dec 12th, 2019

Genjot Konektivitas di Timur, AP I Kembangkan Sejumlah Bandaranya

Bandara Syamsuddin Noor dengan terminal baru yang akan diresmikan November 2019

Angkasa Pura I (AP I) tengah mengembangkan sejumlah bandaranya untuk mendukung komitmen Pemerintah dalam mewujudkan konektivitas udara di wilayah tengah dan timur Indonesia. Bandara-bandara itu adalah Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Bandara Internasional Lombok di Praya, dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.

“Seiring dengan fokus Pemerintah pada pengembangan infrastruktur transportasi tersebut, Angkasa Pura I juga terus mendorong pengembangan beberapa bandaranya di wilayah tengah dan timur Indonesia,” kata Direktur Utama AP I, Faik Fahmi, Senin (4/11/2019).

Berikut informasi pengembangan yang dilakukan:

Bandara Syamsudin Noor

Hingga 20 Oktober 2019, progress proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) sudah mencapai 93,6 persen. Ditargetkan bandara ini dapat mulai dioperasikan dan diresmikan pada akhir 2019.

Proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang menelan dana sekitar Rp2triliun. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan terminal baru, perluasan apron, dan perluasan terminal kargo.

Bandara ini akan memiliki terminal baru, sehingga menambah kapasitas penumpang menjadi 7 juta orang per tahun. Jumlah itu lebih besar hampir 5 kali lipat dari kapasitas terminal lama yang hanya bisa menampung 1,5 juta penumpang per tahun. Pada 2018 lalu, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin melayani 3,9 juta penumpang, naik 7,1 persen dibanding trafik penumpang pada 2017.

Sementara luas apron bertambah menjadi 129.812 meter persegi yang dapat menampung 16 pesawat narrow body. Sedangkan perluasan terminal kargo tahap 1 nantinya akan dapat menampung 44.000 ton logistik per tahun.

Bandara Internasional Yogyakarta

Hingga 27 Oktober 2019, progress pembangunan YIA telah mencapai 86,4 persen dan ditargetkan penerbangan domestik dapat beroperasi penuh pada Januari 2020. Sedangkan penerbangan internasional dapat beroperasi penuh pada Maret 2020.

YIA juga merupakan salah satu PSN. YIA mendesak untuk dibangun mengingat Bandara Adisutjipto yang ada saat ini sudah dalam kondisi lack of capacity.

Setelah pembangunan tahap 1 selesai (awal 2020), YIA akan memiliki terminal penumpang 3 lantai seluas 219.000 meter persegi dengan kapasitas 15 juta penumpang per tahun.

Bandara ini juga akan punya runway sepanjang 3.250 x 45 meter, 4 unit garbarata, luas apron 371.205 meter persegi (kapasitas 22 parking stand), luas terminal kargo 12.000 meter persegi (kapasitas 40.300 ton per tahun), serta gedung parkir 3 lantai dengan luasan area 137.280 meter persegi yang mampu menampung hingga ribuan kendaraan.

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Sementara itu, proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin sudah mulai pekerjaan desain serta perluasan terminal 1 dan apron selatan-timur. Hingga 20 Oktober 2019, progress pengembangan terminal sudah mencapai 16,3 persen dan ditargetkan dapat selesai pada awal 2021.

Proyek pengembangan bandara ini meliputi terminal penumpang akan diperluas menjadi 166.815 meter persegi dan dapat menampung 15 juta penumpang per tahun. Luas terminal yang ada saat ini hanya 51.815 meter persegi dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun.

Selain itu, apron juga akan diperluas menjadi 385.346 meter persegi (kapasitas 53 parking stand) dari luasan saat ini yang hanya 185.500 meter persegi (kapasitas 42 parking stand)

Bandara lainnya

Selain ketiga bandara tersebut, pada Agustus 2019 lalu perluasan terminal Bandara Adi Soemarmo di Solo sudah rampung. Kapasitas bertambah menjadi 1,3 juta penumpang per tahun dari kapasitas sebelumnya hanya sekitar 800 ribuan penumpang per tahun. Terminal bandara ini juga terkoneksi langsung dengan stasiun kereta bandara yang juga sudah rampung. Pada akhir 2019 nanti, stasiun kereta api bandara diharapkan sudah dapat beroperasi.

Selain itu, untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021, AP I juga tengah mengembangkan Bandara Internasional Lombok di Praya. Dilakukan perpanjangan landas pacu bandara ini dari 2.750 meter menjadi 3.330 meter dan perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi yang dapat menampung 7 juta penumpang per tahun.

“Pengembangan bandara-bandara Angkasa Pura I dilakukan untuk memperluas konektivitas dan meningkatkan kapasitas trafik angkutan udara di wilayah tengah dan timur Indonesia sehingga dapat mendukung arus wisatawan mancanegara ke berbagai wilayah di Indonesia. Pada akhirnya pengembangan juga dapat mewujudkan target nasional 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2020 bisa terwujud,” tandas Faik.

Baca ini juga ya!