Tue. Feb 25th, 2020

Genjot Bisnis Kargo Udara, Angkasa Pura Logistik Gandeng Pelita Air

Terminal Kargo Bandara Internasional Adisutjipto. Sumber gambar: Ery.

                                   

Angkasa Pura Logistik, anak perusahaan Angkasa Pura I (AP I) menggandeng Pelita Air Service untuk mendukung peningkatan konektivitas dan distribusi barang ke berbagai wilayah di Indonesia melalui kargo udara. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara ke dua pihak di Kantor Pusat AP I, Kemayoran, Selasa (21/1/2020).

Pada saat acara, Direktur Utama AP I, Faik Fahmi mengatakan bahwa pengembangan bisnis kargo udara merupakan salah satu program strategis AP I pada tahun 2020.

Sementara itu, Direktur Utama Angkasa Pura Logistik, Danny P. Thaharsyah mengungkapkan, “untuk memperkuat konektivitas, mendorong pertumbuhan perekonomian wilayah timur Indonesia, dan meningkatkan sinergi pelaku industri logistik udara, Angkasa Pura Logistik bekerja sama dengan Pelita Air melalui penyewaan pesawatnya.”

Pada 2020 ini, kata dia pengembangan bisnis yang berdekatan oleh anak perusahaan merupakan salah satu strategi bisnis AP I untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan, terutama pendapatan non-aeronautika.

Dalam Mordor Intelligence Report 2019, diungkapkan proyeksi peningkatan bisnis kargo udara di Indonesia sebesar 110% pada periode 2018-2024. Dengan perkiraan, pertumbuhan CAGR (2019-2024) sebesar 13,12 persen, di mana volume pasar air freight pada 2018 sebesar USD 9,2 miliar.

“Diprediksi, valuasi pasarnya meningkat mencapai USD 19,3 miliar pada 2024. Tren pertumbuhan di sektor logistik juga dikemukakan oleh Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), di mana menurut lembaga ini pertumbuhan sektor logistik pada 2020 berada di kisaran 9 persen sampai dengan 10,4 persen,” terangnya.

Berdasarkan potensi pertumbuhan ini, lanjut Danny, Angkasa Pura Logistik mulai mengembangkan bisnis kargo udara. Pesawat yang disewa perusahaan adalah 2 unit pesawat jenis ATR 72-500F. Pesawat ini kan digunakan untuk mengangkut kargo dengan rute Jakarta-Balikpapan (PP) dan Jakarta-Makassar (PP) pada tahun ini.

Ke depannya, akan dikembangkan rute-rute tambahan seiring dengan pertumbuhan bisnis kargo udara.