Garuda virtual Air Wing, Komunitas Simmers Penempur di Indonesia

Read Time:1 Minute

Seperti halnya permainan maupun hobi-hobi lainnya, komunitas menjadi sebuah wadah yang penting, baik bagi pengguna maupun publisher sendiri. Di Indonesia, komunitas yang berfokus pada simulator pertempuran cukup besar. Sebagian dari mereka adalah orang-orang awam yang menyukai dunia militer dan sebagian lainnya berlatar belakang militer.

Diketahui, simulator yang digunakan adalah Digital Combat Simulator (DCS). Perangkat garapan perusahaan Eagle Dynamics ini memang dibuat sebagai simulator dengan konsep pertempuran.

Dikenal memiliki program yang hampir menyerupai kondisi sebenarnya atau bisa dibilang cukup realistis, DCS menjadi salah satu simulator favorit para Simmers (julukan para pemain simulator).

DCS sendiri disediakan gratis dan dapat diunduh dengan mudah. Pengguna akan mendapatkan dua pesawat standard, yaitu TF-51D dan Sukhoi Su-25T. Namun demikian, pengguna harus persiapkan internet dan kapasitas memori yang cukup banyak untuk dapat menyimpannya data-data yang ada. Yang tak kalah penting, spesifikasi komputer juga mumpuni.

Pengguna DCS di Indonesia semakin berkembang seiring meningkatnya aktivitas di media sosial. Keberadaan komunitas DCS Indonesia sebenarnya sudah cukup lama dan semakin berkembang hingga sekarang. Komunitas DCS Indonesia dapat ditemukan di Grup Facebook.

Beberapa waktu lalu, komunitas ini telah membentuk skadron udara virtual dengan nama ‘Garuda virtual Air Wing (GvAW)’. Kehadiran skadron udara virtual tersebut mewadahi Simmers DCS Indonesia untuk berbagi informasi hingga teknik-teknik dalam permainan pertempuran virtual. DCS Indonesia juga dapat ditemukan di server multiplayer dengan kata kunci DCS Indonesia.

Setiap pekannya, komunitas ini mengadakan aktivitas melalui daring. Mulai dari kegiatan simulasi operasi, latihan pertempuran udara ke udara, latihan pertempuran udara ke darat hingga latihan formasi.

Beberapa anggota GvAW memiliki kemampuan yang cukup baik dari segi teknis maupun praktis. Hal ini tentu menjadikan komunitas ini lebih ‘bernyawa’ dan memiliki potensi yang dapat dieksplor lebih jauh ke depannya.

Secara global, komunitas DCS memiliki kegiatan rutin tahunan bernama SATAL (Squadron Air To Air League). Konsep kegaitan tahunan ini mulai dari pertempuran 4 lawan 4 maupun 6 lawan 6 yang berasal dari berbagai negara.

Selain SATAL, ada juga Virtual Airshow yang digelar beberapa kali dalam satu tahun. Kegiatan ini juga diikuti dari berbagai negara. Tertarik untuk bergabung dalam komunitas DCS Indonesia? Anda dapat mengunjungi situs resminya di www.gvaw.web.id untuk mengetahui informasi lebih dalam. (FDP/ERY)