Garuda Mulai Mengembalikan Pesawat Bombardier CRJ-1000

Secara bertahap, Garuda Indonesia mulai mengembalikan pesawat Bombardier CRJ-1000, yang pernah dioperasikannya sejak tahun 2013. Hal ini merupakan bagian dari hasil tindak lanjut kesepakatan negosiasi bersama lessor pesawat tersebut, yakni Nordic Aviation Capital (NAC) serta Export Development Canada (EDC).

Sebagai fase awal, dua dari 18 pesawat produksi perusahaan yang berbasis di Montreal, Kanada, ini dikembalikan pada Senin (1/8/2022). Pengembalian dua pesawat Bombardier CRJ-1000 dengan nomor registrasi PK-GRQ dan PK-GRN tersebut diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 09.00 WIB. Penerbangannya menuju MHIRJ Facility Service Centre, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari langkah transformasi Garuda untuk memperkuat fundamen operasional yang lebih solid. Juga mengoptimalkan utilisasi armada serta penyesuaian alat produksi, termasuk spesifikasi pesawat yang disesuaikan dengan segmentasi dan karakteristik pasar.

“Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk semakin cermat dan prudent dalam mengembangkan langkah ekspansi kinerja dengan basis kebutuhan alat produksi yang lebih terukur dan mengedepankan basis landasan cost leadership dalam setiap prosesnya,” kata Irfan dalam siaran pers, Selasa (2/8/2022).

Pengembalian armada tersebut juga merupakan bagian dari strategi restrukturisasi armada Garuda setelah dirampungkannya putusan homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Ini termasuk intensifikasi rencana strategis perusahaan untuk percepatan pemulihan kinerja.

“Sebelumnya pada 19 Juli 2022 lalu, kami juga telah mengembalikan satu-satunya Boeing 737 Max-8 dengan nomor registrasi PK-GDA kepada lessor Bocomm Leasing di Belanda,” ujar Irfan.

Foto: Indoaviation