Mon. Jan 20th, 2020

Garuda Manut 7 Anak dan 19 Cucunya Ditata Erick Thohir

                                   

Garuda Indonesia menyatakan manut terkait rencana penataan tujuh anak dan 19 cucu perusahaannya oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019 tentang Penataan Anak Perusahaan atau Perusahaan Patungan di Lingkungan Badan Usaha Milik Negara yang ditetapkan 12 Desember 2019 lalu.

“Garuda Indonesia sebagai Badan Usaha Milik Negara akan mendukung sepenuhnya Keputusan Menteri BUMN terkait Penataan Anak dan Cucu Perusahaan sesuai Keputusan Menteri BUMN,” tulis perusahaan dalam pernyataan resminya, Jum’at (13/12/2019).

Saat ini, maskapai pelat merah tersebut tercatat memiliki anak dan cucu perusahaan dengan berbagai bidang usaha, seperti Low Cost Carrier, Ground Handling, Inflight Catering, Maintenance Facility, Jasa Teknologi Informasi, Jasa Reservasi, Perhotelan, Transportasi Darat, E-commerce & Market Place, Jasa Expedisi Cargo, dan Tour & Travel.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama Garuda Indonesia, Fuad Rizal menyampaikan bahwa perusahaan bersama Dewan Komisaris akan melakukan peninjauan dan evaluasi secara menyeluruh terhadap keberadaan anak dan cucu Perusahaan tersebut. Perusahaan juga akan lebih memfokuskan bisnis anak usaha yang menunjang bisnis utama, yaitu sektor penerbangan.

Fuad menyampaikan komitmen, bahwa saat ini pihaknya telah menghentikan pengembangan dan meninjau ulang pendirian anak maupun cucu perusahaan yang baru. Terlebih, yang tidak sesuai dengan bisnis inti perusahaan induk di sektor penerbangan.