Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta FORKOPIMDA melakukan pertemuan untuk membahas strategi untuk lebih mengenalkan dan meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Polana menjelaskan, sampai dengan saat ini sudah ada beberapa maskapai yang melayani penerbangan melalui bandara ini, yakni Citilink, Lion Air, Wings Air, Transnusa dan Garuda.
“Saat ini sudah ada penerbangan dari Kertajati – Surabaya PP, Kertajati – Bandar Lampung PP, Kertajati – Semarang PP, Kertajati – Medan PP dan Kertajati – Balikpapan PP. Juga sudah ada penerbangan internasional yaitu Kertajati ke Madinah untuk melayani penerbangan umrah,” papar Polana, Rabu (9/1/2019).
Selain rute-rute tersebut, Polana menyebutkan dalam pekan ini juga akan ada tambahan rute lainnya.
“Sebentar lagi akan dilayani pula Kertajati-Jogjakarta, Kertajati-Balikpapan dan Kertajati-Jakarta melalui Halim Perdana Kusuma,” imbuh Polana.
Sejalan dengan itu, Budi berharap masyarakat dapat memanfaatkan Bandara Kertajati untuk mengeksplor potensi-potensi wisata dan kuliner yang ada di Jawa Barat.
“Jawa Barat memiliki potensi wisata yang sangat besar. Ada yang punya keunggulan kuliner, batik, dan destinasi wisata alam, ini harus dikemas dengan baik dan dipromosikan kepada masyarakat sehingga menggugah minat masyarakat untuk datang ke Jawa Barat melalui pintu gerbang udara ini,” kata Budi.
Sementara itu, Ridwan Kamil meminta jajarannya untuk kreatif menciptakan kegiatan-kegiatan promosi, seperti festival-festival yang akan mengundang wisatawan untuk datang dan mengunjungi Jawa Barat.
“Saya juga minta untuk nantinya, penerbangan umroh untuk masyarakat Jawa Barat dari Bandara Kertajati,” tambahnya.
Dengan luas 1.800 hektare dan landasan sepanjang 3000×45 meter, BIJB adalah bandara kedua terbesar setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. BIJB juga dibangun dengan tujuan untuk mengurangi beban bandara tersebut.