Fri. Jun 5th, 2020

GAIC Cina Kantongi Pesanan Ekspor Perdana Pesawat Jet FTC-2000G

Guizhou Aviation Industries Corporation (GAIC), pabrik pesawat asal Cina ungkap raih pelanggan ekspor pertama dari Asia Tenggara untuk pesawat jet latih lanjut FTC-2000G. Sumber gambar: FlightGlobal.

                                   

Guizhou Aviation Industries Corporation (GAIC), pabrik pesawat asal Cina mengungkapkan bahwa mereka telah mengantongi pesanan ekspor perdana untuk pesawat jet latih lanjut FTC-2000G yang dikembangkan secara lokal.

Kantor berita Cina, Xinhua melaporkan pada 19 April bahwa pesanan itu datang pada awal tahun 2020. Disebutkan bahwa pelanggan pertamanya adalah negara di Asia Tenggara. Sayangnya, sosok pelanggan perdana tersebut masih dirahasiakan perusahaan.

Perusahaan berharap, pengiriman “gelombang pertama” pesawat tersebut akan berlangsung pada tahun 2021. Tidak ada rincian yang diberikan tentang nilai kontrak atau jumlah platform yang dipesan.

“Butuh waktu kurang dari dua tahun … dari penerbangan pertama ke penandatanganan pesanan ekspor pertama dengan negara Asia Tenggara tertentu,” kata Ketua GAIC, Wang Wenfei pada 16 April lalu.

Baca Juga:

Kejar Jadwal Kirim, Russian Helicopters Genjot Produksi Produk Pertahanan di Tengah Covid-19

OV-10F Bronco, ‘Kuda Liar’ AS yang Kenyang Misi Tempur di Indonesia

Pengumuman itu muncul setelah seri-pertama FTC-2000G diproduksi. Perawakannya berbasis pada GAIC JL-9G, pesawat jet supersonik kursi ganda yang dioperasikan Angkatan Laut Cina (People’s Liberation Army Navy/ PLAN).

Pesawat ini melakukan penerbangan perdananya pada 28 September 2018. Penerbangan itu berlangsung hanya beberapa pekan setelah Xinhua melaporkan bahwa GAIC memproduksi platform pesawat dengan kursi ganda di kota Anshun, Cina selatan.

“Untuk memenuhi permintaan dari pasar internasional,” sebut perusahaan.

Aviation Industry Corporation of China (AVIC), perusahaan yang memasarkan FTC-2000G menyebutkan bahwa pesawat ini memiliki kecepatan tertinggi Mach 1.4 (setara 1.728 km/ jam). Spesifikasi lainnya, berat lepas landas maksimum 11 ton, jangkauan maksimum 1.650 km (bahan bakar internal), dan manpu terbang hingga ketinggian 15 km.

Secara dimensi, FTC-2000G memiliki panjang 15,4 m dan tinggi 4,8 m. Konon, pesawat ini mampu bertahan di udara selama dua jam dalam satu operasi (menggunakan bahan bakar internal). Soal avionik, FTC-2000G dilengkapi dengan radar modern dan sistem kontrol tembakan.

Pesawat ini juga dapat dilengkapi dengan ke tujuh cantelan, dan memiliki kemampuan muatan maksimum 3.000 kg, menurut produsen.