Freeport Indonesia Setop Terbangkan Karyawan ke Timika

PT Freeport Indonesia (PTFI) menghentikan mobilitas udara menuju Timika. Hal ini guna mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di wilayah Timika dan area proyek. Selain itu, Freeport juga membatasi pergerakan para personil dari dataran rendah ke dataran tinggi.

Dalam keterangan resmi perusahaan pada Kamis (2/4/2020) lalu, disampaikan bahwa kebijakan itu telah dilakukan perusahaan sejak 26 Maret.

Sementara untuk penerbangan kargo, pengangkutan tenaga medis, pengiriman sampel darah dan aspek medis lainnya tetap dilakukan demi memenuhi kebutuhan pokok masyarakat serta karyawan di Timika dan Tembagapura, dengan memaksimalkan protokol kesehatan setempat.

“Izin penerbangan keluar Timika diberikan Pemerintah Daerah hanya untuk tujuan evakuasi dengan alasan medis yang direkomendasikan oleh dokter,” jelas VP Corporate Communication Freeport Indonesia, Riza Pratama, seperti dikutip kompas.com, Jum’at (3/4/2020).

Baca Juga:

Ditelepon Wakil Gubernur, Lion Air Setop Penerbangan ke Bangka Belitung

2 Maskapai Hentikan Penerbangan Internasional ke Manado

Selain itu, Freeport juga menghentikan pembelian atau pemesanan tiket pesawat ke Timika bagi para karyawan, kontraktor dan anggota keluarga yang datang ke area proyek dengan maskapai komersial.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap arahan dan kebijakan Bupati Mimika Provinsi Papua dalam mencegah, mengendalikan, serta menanggulangi Covid-19 di Kabupaten Mimika.

“Covid-19 merupakan sebuah pandemi yang membutuhkan kolaborasi semua pihak dalam pengendaliannya. Kami sangat mendukung kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan siap berpartisipasi di dalamnya,” ujar Riza.

Untuk memastikan penerbangan kargo, medis, dan evakuasi yang menggunakan Airfast dilakukan secara aman, Freeport Indonesia meningkatkan prosedur keamanan dan kebersihan pesawat.

Beberapa di antaranya adalah dengan melakukan desinfeksi pada kargo yang dibawa, melakukan pengukuran suhu tubuh pada seluruh pihak yang terlibat di dalam proses penerbangan, dan membekali para awak penerbangan dengan alat perlindungan diri yang lengkap.